Senin, 07 Mei 2018 08:12 WITA

Hindari Joki Ujian SBMPTN, Ini yang Dilakukan Panlok 82

Editor: Andi Chaerul Fadli
Hindari Joki Ujian SBMPTN, Ini yang Dilakukan Panlok 82

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Sebanyak 51.800 peserta akan mengikuti Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN), yang akan dilaksanakan dibeberapa lokasi yang tersebar di Kota Makassar, pada Selasa (8/5/2018).

Ketua Panitia Lokal (Panlok) 82, Prof Jufri mengungkapkan, jumlah peserta SBMPTN itu terdiri dari pendaftar di Universitas Hasanuddin (Unhas) sebanyak 28.460 peserta, Universitas Negeri Makassar (UNM) sebanyak 19.790 peserta dan Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) sebanyak 2.450 peserta.

"Jumlah pendaftar tahun ini mengalami peningkatan 7,96 persen dari tahun 2017 lalu yang sekitar 47 ribu peserta. Selain itu, pelaksanaan ujian ini akan diawasi oleh 5.084 pengawas ruangan," ungkapnya dalam press conference, di Cafe Bro, Jalan Andi Djemma, Minggu (6/5/2018).

Ia menjelaskan, Setiap ruangan akan diisi satu pengawas laki-laki dan satu pengawas perempuan, hal itu dilakukan untuk menghilangkan rasa canggung antar pengawas terhadap peserta, saat akan melakukan pemeriksaan dan pengamanan selama ujian berlangsung.

"Untuk menghilangkan kecanggungan itu, maka kita hadirkan pengawas laki-laki dan perempuan, agar proses pengawasan bisa maksimal, sehingga tindak kecurangan tidak terjadi," imbuhnya.

Sebelum dilakukan ujian, kata Prof Jufri,  pengawas akan kembali mengecek SKL (Surat Keterangan Lulus) setiap peserta yang disertai foto, untuk dicocokkan kembali dengan wajah peserta. Hal itu dilakukan untuk menghindari adanya oknum yang bertindak sebagai joki ujian.

"Setiap peserta wajib membawa SKL disertai fotonya, nanti pengawas akan lakukan pengawasan yang ketat, termasuk mencocokkan setiap wajah peserta, dengan foto yang ada di SKL," ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Rektor UNM Prof Husain Syam menambahkan, jika semua hal telah dilakukan, namun tetap kedapatan ada yang menggunakan atau menjadi joki ujian maka akan oknum tersebut mendapatkan sanksi tegas.

"Pengguna jasa joki langsung didiskualifikasi, sementara pelaku joki akan diproses secara hukum, jika dia merupakan mahasiswa maka akan di skorsing atau paling parah dilakukan pemecatan ke yang bersangkutan," kata Prof Husain. 

Senada dengan Prof Husain, Wakil Ketua Panlok 82, Ishak Rahman mengatakan, khusus untuk kasus penjokian, hal yang diterapkan di UNM tidak jauh berbeda dengan apa yang diterapkan di Unhas. 

"Sudah sejak jauh-jauh hari kami lakukan sosialisasi kepada pengawas ruangan. Ada dua aspek yang ditekankan dalam hal ini, jika kedapatan penjokian, akan dilakukan tindak pidana umum, juga tindak pidana korupsi," ujar Ishak. 

Seperti diketahui, untuk menertibkan pelaksanaan ujian, pihak kampus UNM dan Unhas telah berkomitmen bahwa mobilisasi mahasiswa dalam kampus dihentikan, mulai Senin-Selasa (8-5/10/2018).

Berdasarkan data yang diterima, jumlah pendaftar di UNM diantaranya, Sosial dan Hukum sebanyak 7214 peserta, Saintek sebanyak 4528 peserta dan campuran sebanyak 8048 orang. Sementara unhas, Sosial daj Hukum sebanyak 7520 peserta, Saintek 13.840 peserta dan campuran 7100 peserta. Untuk Sektor majene, Sosial dan Hukum 552 peserta, Saintek 664 peserta dan kelompok cmpuran 1234 peserta.

Tags