Minggu, 06 Mei 2018 16:38 WITA

Mahasiswi Asal Palopo Ini Torehkan Prestasi di Prancis

Editor: Aswad Syam
Mahasiswi Asal Palopo Ini Torehkan Prestasi di Prancis
Vinsensia Ade Sugiawati berpose dengan piagamnya dengan latar belakang menara Eiffel, di Paris, Prancis.

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Vinsensia Ade Sugiawati (27), peneliti muda bidang sains asal Palopo, Sulawesi Selatan, berhasil meraih prestasi di kancah internasional. Mahasiswa yang kini menempuh pendidikan doktoral di departemen kimia Aix-Marseille Université, Prancis ini, mendapatkan penghargaan Mahar Schutzenberger dari Asosiasi Franco-Indonesia untuk Pengembangan Sains (AFIDES) pada Kamis (3/5/2018) lalu. 

Vinsen (sapaan akrabnya) merupakan satu dari tiga peneliti muda asal Indonesia, yang meraih penghargaan ini. Ia berhasil meraih penghargaan, setelah proses seleksi dari 12 mahasiswa doktoral yang berpartisipasi. Vinsen berhasil mengembangkan penelitian tentang fabrikasi baterai mikro Li-ion, dengan menggunakan material elektroda titanium oksida yang berbentuk nanotubes. 

Saat dikonfirmasi Rakyatku.Com, Sabtu (5/5/2018) mengenai penelitiannya, alumni strata 1 prodi ICP Kimia UNM ini menerangkan, dengan perkembangan teknologi yang sangat pesat di masa depan, penggunaan baterai berukuran mikro di bidang elektronik akan sangat dibutuhkan. Hal ini dikarenakan, baterai berukuran mikro lebih fleksibel dan tidak menghabiskan material yang besar dalam penggunaannya. 

"Saya berusaha membuat materai yang berukuran mikro, karena ke depannya akan banyak mikroelektronik yang butuh baterai, tapi kendalanya kalau ukurannya besar kita tidak bisa pakai. Misalnya untuk keperluan bidang kesehatan, sensor atau sampai smart cards. Tidak mungkin kita pakai baterai yang ukurannya besar," terangnya. 

Wanita yang juga menyelesaikan program magisternya di Institut Teknologi Bandung (ITB) ini melontarkan, saat ini para peneliti kuhusunya di dunia baterai sedang gencar-gencarnya melakukan riset, untuk mengembangkan mikro baterai ini. Ia pun mengakui, material yang dia pakai untuk mengenbangkan risetnya, juga sudah pernah dipakai oleh peneliti sebelumnya. Namun ia mengganti elektrolit cair yang ia kembangkan di laboratorium. 

"Baterai sekarang kan masih banyak yang pakai elektrolit cair. Banyak masalah yang ditimbulkan, misalnya kebocoran terus mudah korosi dan kurang praktis. Makanya, kita coba ganti elektrolitnya agar risiko seperti ledakan pada baterai bisa terhindari," jelas alumni SMAN 1 Palopo ini. 

Kesulitan Peneliti Sains di Indonesia

Meski telah meraih prestasi di kancah internasional, Vinsen menerangkan hal tersebut merupakan buah kerja keras yang dibubuhkannya, selama menjalani studi di Prancis. Penerima beasiswa Region PACA dari Prancis ini, mengungkapkan permasalahan dan tantangan yang dihadapi peneliti sains di Indonesia. Permasalahan instrumentasi, adalah salah satu tantangan terberat peneliti muda di Indonesia dalam mengembangkan risetnya. 

"Fasilitas penelitian di berbagai lab di Indonesia bisa dibilang masih kurang mendukung karena alat-alat dan instrumen yang disiapkan butuh kesiapan dana yang besar. Jadi solusinya ya kita harus banyak menjalin kerja sama dan berkolaborasi dengan lab di luar negeri. Kolaborasi penting sekali," paparnya. 

Vinsen juga menuturkan, dengan kolaborasi antar lintas negara bisa memudahkan para peneliti terkhusus mahasiswa, bisa berdiskusi mengenai keilmuan. Ia pun berpesan kepada para peneliti muda di Indonesia, untuk tidak menyerah dan mengeluh saat menghadapi kesulitan. Ia juga menyarankan para peneliti untuk tetap menulis dan menerbitkan publikasi internasional, tanpa melihat pro dan kontra indeks scopus yang kini sedang jadi bahan perdebatan. 

Dari prestasi yang diraihnya, Vinsen mendapatkan medali, uang dan piagam penghargaan yang langsung diberikan oleh presiden AFIDES di KBRI Paris. Ada tujuh juri dari universitas ternama di Prancis yang memilih Vinsesn dari salah satu penerima penghargaan ini.

"Penghargaan ini saya persembahkan secara spesial untuk mama dan bapak tercinta di Palopo, Sulawesi Selatan. Serta adik-adik dan keluarga besar di Indonesia atas segala doa dan dukungannya. Juga semua guru, dosen, serta teman-teman yang hingga saat ini terus mendukung," tuturnya.