Jumat, 04 Mei 2018 20:57 WITA

Unhas Siapkan Empat Prodi Untuk Raih Akreditasi Internasional

Penulis: Himawan
Editor: Adil Patawai Anar
Unhas Siapkan Empat Prodi Untuk Raih Akreditasi Internasional

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Setelah meraih akreditasi internasional ABETS dan AUN QA untuk beberapa program studi, kini Universitas Hasanuddin Makassar melakukan persiapan untuk mendapatkan akreditasi ASIIN (akreditasi yang berkedudukan di Jerman) untuk empat program studi di kampus merah tersebut. 

Empat program studi itu ialah Farmasi, Keperawatan, Ilmu Pangan dan Teknologi, dan Budidaya Perairan. ASIIN sendiri merupakan lembaga akreditasi pendidikan tinggi yang telah dikenal luas oleh komunitas pendidikan internasional. ASIIN memberikan sertifikat akreditasi internasional pada beberapa bidang di antaranya teknik, ilmu komputer, alam, dan matematika.

Salah satu upaya yang dilakukan Unhas untuk mendapatkan akreditasi tersebut dengan menggelar rapat persiapan atau kick-off meeting dengan sejumlah dekan terkait di ruang Lounge Lantai 8 Rektorat Unhas, Jumat (4/5/2018). Rapat terbatas ini dipimpin oleh Rektor Unhas Prof. Dwia Aries Tina Pulubuhu dan Ketua Gugus Tugas Unhas untuk Akreditasi ASIIN, Dr. Prastawa Budi. 

Kick-off meeting tersebut digelar untuk membahas sejumlah langkah dan dokumen yang harus dipersiapkan untuk memenuhi standar dan persyaratan ASIIN. Sehingga, pengajuan akreditasi internasional ini bisa berjalan dengan lancar sesuai perencanaan. 

Menurut Prastawa Budi, pengajuan akreditasi ASIIN bertahap. Pada pertengahan Mei 2018 ini akan dimulai dengan penawaran akreditasi bersamaan dengan Universitas Airlangga di Surabaya. Sementara pengajuan dokumen direncanakan akan dilakukan pada Oktober 2018, persiapan visitasi di bulan November, terakhir visitasi oleh lembaga ASIIN pada awal Desember 2018 nanti. 

Prastawa Budi mengatakan, standar penilaian ASIIN mencakup enam hal, yakni capaian pembelajaran atau learning outcome, kurikulum, modul pengajaran,  penilaian hasil pembelajaran, sumber daya  (dosen dan sarana prasarana) ,dan  penjaminan mutu. 

"Kelebihan ASIIN ini berpusat di Eropa, Jerman. Standar-standar yang digunakan sesuai dengan apa yang disebut Eropean Qualification Framework. Dengan standar Eropa ini, prodi-prodi yang bisa terakreditasi akan kompatibel dengan program studi di Eropa. Makanya, Unhas mencoba untuk mendapatkan akreditasi ini," katanya.

Dosen Departemen Kimia Fakultas MIPA tersebut berharap Unhas dapat meraih akreditasi ASIIN, sehingga memudahkan melakukan kerja sama dengan perguruan tinggi di Eropa, misalnya melaksanakan program pertukaran mahasiswa (student exchange), staff exchange, dual degree, dan lainnya. 

"Dengan kita mengajukan ASIIN ini, kualitas kita bisa direkognisi (diakui), bukan hanya di Indonesia dan ASEAN, tetapi juga di Eropa," kata Prastawa Budi. 

Prof Dwia Aries Tina Pulubuhu mengatakan, pengajuan akreditasi ASIIN tidak mudah. Namun karena Unhas sudah berpengalaman mengurus akreditasi ABETS dan AUN QA, dia optimis tim yang dibentuk untuk menyiapkan pengajuan akreditasi tersebut berlangsung lancar. 

"Kalau pengajuan akreditasi ini berhasil penuh, maka satu tahun ini kita akan punya 18 program studi yang terakreditasi internasional," ujar Dwia.

Tags