Jumat, 27 April 2018 19:45 WITA

Dilantik untuk Periode Kedua, Ini Tantangan Prof Dwia sebagai Rektor Unhas

Editor: Aswad Syam
Dilantik untuk Periode Kedua, Ini Tantangan Prof Dwia sebagai Rektor Unhas
Prof Basri Hasanuddin, memasangkan selempang emas, saat melantik Rektor Unhas, Prof Dwia Ariestina Pulubuhu, Jumat (27/4/2018).

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Pelantikan Prof Dwia Aries Tina Pulubuhu sebagai Rektor Unhas untuk kedua kalinya, digelar Jumat (27/4/2018). Sewaktu memimpin Unhas di periode pertama, Prof Dwia berhasil membawa perubahan di universitas beralmamater merah ini. 

Perubahan yang paling mencolok ialah status Unhas sebagai kampus berstatus PTN-BH, yang membuatnya sejajar dengan kampus-kampus seperti UGM, UI, dan ITB. Menristek Dikti Mohammad Nasir dalam pidatonya mengatakan, tanggung jawab seorang rektor di era disrupsi teknologi informasi saat ini makin berat. Dia mengatakan, seorang rektor harus melakukan inovasi-inovasi dan perubahan dalam mengarungi persaingan sekarang. 

Unhas sebagai universitas yang bercita-cita menjadi world class university, menurut Menristek Dikti, memiliki sejumlah tantangan, di antaranya Unhas harus meningkatkan publikasi internasional, sitasi dimana publikasinya dapat dijadikan referensi internasional. Juga melakukan staff mobility, yakni bagaimana dosen-dosen Unhas dapat mengajar di perguruan tinggi di luar negeri, atau dosen asing dapat mengajar di Unhas itu sendiri. 

“Dari 4579 perguruan tinggi, hanya ada tiga (UI, UGM, ITB) yang bisa masuk di kelas dunia, masuk 500 besar, yang lainnya masih di bawah 500 besar dunia. Saya sangat berharap, Universitas Hasanuddin adalah pintu gerbang di Indonesia Timur yang akan mempelopori menjadi universitas di kelas dunia di masa depan," ungkap Mohammad Nasir.

Sementara itu, Ketua Majelis Wali Amanat Unhas yang juga merupakan mantan rektor Unhas, Prof. Basri Hasanuddin berharap, kepemimpinan Prof. Dwia bisa lebih membuat Unhas lebih sukses lagi dibanding sebelumnya. 

Ia pun menyebut acara pelantikan Rektor ini adalah sesuatu yang istimewa. Ada tiga keistimewaan menurut Basri Hasanuddin dalam pelantikan rektor kali ini. Pertama, karena Prof Dwia Aries Tina Pulubuhu merupakan rektor pertama yang akan menakhodai empat tahun dalam status Unhas sebagai PTNBH. 

Keistimewaan kedua, untuk pertama kalinya dalam sejarah pemilihan rektor di Unhas, telah dipilih secara musyawarah mufakat atau aklamasi pada rapat paripurna MWA. 

"Ketiga, Prof Basri Hasanuddin selaku ketua MWA merasa sangat istimewa dan terhormat, karena sebagai rektor kesembilan Unhas telah ditakdirkan untuk melantik dan mengambil sumpah Prof Dwia Aries Tina Pulubuhu sebagai Rektor Unhas ke-12," pungkasnya.