Minggu, 08 April 2018 16:58 WITA

Mahasiswa Teknik Kelautan Unhas Juara 1 Lomba Desain Oil Rig di Surabaya

Editor: Adil Patawai Anar
Mahasiswa Teknik Kelautan Unhas Juara 1 Lomba Desain Oil Rig di Surabaya
Mahasiswa Teknik Kelautan Unhas Juara Satu Lomba Desain Oil Rig di Surabaya.

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Tim mahasiswa Departemen Teknik Kelautan Fakultas Teknik Unhas menyabet juara pertama kategori Oil Rig Design Competition dalam ajang OCEANO 2018 di Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya, Jumat-Sabtu, 6-7 April 2018 yang lalu.  

Tim Teknik Kelautan Unhas yang menamakan diri mereka 'Tumanurung Team' yang terdiri dari empat mahasiswa angkatan 2015, (Arlinda Verawati Lukman, Muh. Saeful MH, Saipul Fitrah Rolo, Renaldy Yusuf) dan satu mahasiswa angkatan 2016 Amar Ma'ruf. 

Arlinda dan kawan-kawan membuat desain dengan menggunakan teknologi “Movable Heavy Plate”, yang berfungsi untuk mengurangi naik turunnya bangunan saat dioperasikan di laut lepas akibat gelombang. Desain ini dinilai yang paling baik diantara para peserta yang mengikuti kegiatan ini. 

Kepala Unit Humas Unhas, Ishaq Rahman menyebut OCEANO adalah lomba yang diselenggarakan oleh Fakultas Teknologi Kelautan ITS Surabaya. Kompetisi tahunan ini terbagi atas beberapa kategori, yaitu: Underwater Robotic Competition (URC), Floating Structure Competition (FSC), Oil Rig Design Competition (ORDC), dan Paper Competition.

"Dalam kategori ini, Tumanurung Team Unhas berhasil mengalahkan perguruan tinggi besar di Indonesia seperti ITB, PEM Akamigas Cepu, UPN Veteran Yogyakarta, STT Migas Balikbapapn serta tuan rumah ITS,"kata Ishaq, Minggu (8/4/2018).

Salah seorang anggota Tumanurung Team, Arlinda Verawati Lukman, mengatakan bahwa lomba ini kali kedua diikuti oleh mahasiswa Teknik Kelautan Unhas.  

“Pada ajang yang sama tahun lalu, tim Unhas hanya mendapat peringkat ke-4.  Pengalaman itulah yang memotivasi kami untuk kembali berkompetisi tahun ini,” kata Arlinda, mahasiswa Teknik Kelautan angkatan 2015.

Mahasiswa Teknik Kelautan Unhas Juara 1 Lomba Desain Oil Rig di Surabaya

Arlinda menjelaskan, capaian ini tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak, terutama dosen-dosen di Teknik Perkapalan Unhas. Menurutnya dari dukunhan dosen tersebut, prototype bangunan lepas pantai yang menjadi rancangannya bisa terselesaikan. 

Ia dan kawan-kawannya juga sempat melakukan uji model di laboratorium Teknik Kelautan sebelum berangkat ke Surabaya. Dari situ mereka optimistis dapat memperoleh juara.

“Keunggulan dari desain kami adalah pada detail bangunan. Kami berinovasi dengan menambahkan fitur-fitur yang membuat desain kami lebih stabil saat beroperasi di laut,” papar Arlinda, yang juga merupakan alumni SMA Negeri 1 Watansoppeng ini.

Arlinda berharap dengan mengikuti lomba ini bisa mengasah kemampuan di bidang keilmuan Teknik Kelautan. Ia juga mengatakan dengan mengikuti lomba ini, ia bisa membangun jaringan pertemanan sesama mahasiswa yang mempelajari Oil Rig. 

Sementara Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Hasanuddin, Dr. Abdul Rasyid Djalil mengungkapkan kebanggaannya atas prestasi ini. Ia yakin dengan perolehan ini membuktikan mahasiswa kampus merah tersebut inovatif dan memiliki daya saing. 

“Tugas kami sebagai pembina kemahasiswaan adalah selalu memberi ruang, dukungan, dan fasilitasi agar potensi mereka itu tersalurkan. Selamat kepada Tumanurung Team,” kata dosen kata dosen Kelautan dan Perikanan yang akrab disapa Pak Cido.