Selasa, 27 Maret 2018 16:14 WITA

Dukung Mahasiswa Berbisnis, OJK Apresiasi FTI UMI

Editor: Nur Hidayat Said
Dukung Mahasiswa Berbisnis, OJK Apresiasi FTI UMI

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Mengembangkan kemampuan mahasiswa berwirausaha, Fakultas Teknologi Industri (FTI) UMI menggendeng Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 6 Sulampua, dalam memberikan motivasi.

Dekan FTI UMI, Zakir Sabara, menuturkan kegiatan ini jadi salah satu wadah untuk memotivasi para mahasiswa agar memiliki ide kreatif, untuk bisa menciptakan pekerjaan dan tidak hanya terfokus untuk mencari pekerjaan.

"Jadilah generasi muda yang cerdas mengelola finansial, buatlah diri kalian bisa membedakan keinginan dan kebutuhanmu, agar bisa mempersiapkan masa depan yang lebih baik," ujar Zakir saat membuka talkshow "Generasi Muda Cerdas Finansial" di Auditorium KH Muhammad Ramly FTI, Selasa (27/3/2018).

Deputi Direktur Manajemen Strategis, EPK, dan Kemitraan Pemerintah Daerah OJK Regional 6 Sulampua, Ahmad Murad, menyampaikan apresiasi terhadap FTI UMI, karena telah mendukung mahasiswanya memahami dan terjun dalam dunia bisnis.

"FTI mendorong mahasiswa untuk aktif berbisnis. Tentu semangat beliau (Zakir) yang berniat mengembangkan kemampuan mahasiswanya untuk berwirausaha patut diapresiasi. Dalam hal ini, OJK datang untuk menguatkan hal tersebut," jelasnya.

Dukung Mahasiswa Berbisnis, OJK Apresiasi FTI UMI

Ia menambahkan, pihaknya ingin meningkatkan pengetahuan masyarakat di Sulse terkait bagaimana cara mengelola keuangan yang baik dan benar. Pasalnya, pada 2017 persentase pengetahuan masyarakat tentang persoalan keuangan hanya 28 persen saja.

"Kita target seluruh lapisan masyarakat, termasuk ibu rumah tangga, anak sekolahan. Kami lihat, di perkotaan spiritnya sangat luar biasa," katanya.

Finansial Motivator dan Public Speaking Trainer, Fiko Beda, mengungkapkan cerdas finansial adalah bagaimana seseorang mampu mengelola keluar masuknya uang dengan cara yang baik dan benar.

"Hal ini perlu diketahui utamanya bagi anak muda. Banyak yang menilai, orang bisa dikatakan kaya itu jika gajinya besar. Sebenarnya itu tidak tepat. Yang benar adalah, seseorang bisa dikatakan kaya jika memiliki investasi dan saham di mana-mana," paparnya di hadapan ratusan mahasiswa.

"Sebelum berinvestasi pada sebuah perusahaan, baiknya jika calon investor mempelajari dan memahami jenis investasi apa yang akan digeluti," ucapnya.