Kamis, 22 Maret 2018 11:15 WITA

STIEM Bongaya Siapkan Mata Kuliah Standardisasi 

Penulis: Nurhikmah
Editor: Al Khoriah Etiek Nugraha
STIEM Bongaya Siapkan Mata Kuliah Standardisasi 

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Kepala Badan Standardisasi Nasional (BSN) Prof Bambang Prasetya menyambut baik niat STIEM Bongaya yang akan menjadikan standardisasi sebagai salah satu mata kuliah di kampusnya.

Keinginan tersebut sejalan dalam pengembangan serta peningkatan kualitas mutu pendidikan di kampus yang berfokus di ilmu ekonomi ini. Pengetahuan tentang pendidikan standardisasi dan penilaian kesesuaian sudah selayaknya diberikan kepada para dosen dan mahasiswa. 

Hal ini disampaikan Prof Bambang saat memberikan kuliah umum standardisasi dan penilaian kesesuaian dalam meningkatkan daya saing nasional, Rabu (21/03/2018). 
 
Dalam kuliahnya, Prof Bambang Prasetya menyampaikan alasan pendidikan standardisasi perlu diberikan kepada para dosen dan mahasiswa, karena dapat menjadi piranti yang handal dalam mendukung perubahan sosial, ekonomi, dan budaya. Sumber daya manusia yang nantinya dihasilkan oleh perguruan tinggi dapat sebagai pengawal kegiatan standardisasi dan penilaian kesesuaian di Indonesia. 

"Standardisasi merupakan sebuah kebutuhan yang tidak lepas dari sebuah kepastian," ujar Bambang. 

BSN telah banyak mengadopsi standar internasional, salah satunya adalah standar sistem anti penyuapan SNI ISO 37001. Standar ini bertujuan untuk membantu organisasi dalam mencegah, mendeteksi, dan menangani penyuapan serta mematuhi peraturan perundang-undangan yang terkait dengan anti penyuapan dan komitmen sukarela yang sesuai dengan aktivitas dalam sistem manajemen tersebut. Sistem ini dapat digunakan diperguruan tinggi agar terhindar dari praktek suap dan berujung pada korupsi. 
 
Kuliah umum ini dibuka langsung oleh Ketua STIEM Bongaya M Jusuf Radja dan dihadiri oleh Deputi Bidang Informasi dan Pemasyarakatan Standardisasi BSN Dr Zakiyah, Ketua Yayasan Abdi Akbar Idris, Direktur Pasca Sarjana Syamsul Ridjal, pengurus yayasan, dewan dosen, dan para mahasiswa. Kegiatan ini merupakan kerjasama antara BSN melalui Kantor Layanan Teknis (KLT) BSN Makassar dengan Kopertis wilayah IX. 
 
Dalam sambutannya, Ketua STIEM Bongaya M Jusuf Radja menyampaikan, standardisasi merupakan hal yang penting dalam perekonomian dan khususnya pendidikan di Indonesia. Kedepannya, kampus yang dipimpinnya tersebut akan menjadikan standardisasi sebagai mata kuliah di kampusnya.

Loading...

"Pengetahuan tentang standardisasi akan membuat para mahasiswa menjadi nilai tambah yang baik," ujar Jusuf. 
 
Sementara itu, Deputi Bidang Informasi dan Pemasyarakatan Standardisasi BSN, Dr Zakiyah menyampaikan, sampai saat ini BSN telah melakukan kerjasama dengan 46 Perguruan Tinggi, baik negeri maupun swasta, di seluruh Indonesia untuk menjadikan materi standardisasi dan penilaian kesesuaian sebagai mata kuliah. 

"Kami mendorong untuk perguruan tinggi ini untuk melakukan pendatanganan nota kesepahaman agar kegiatan standardisasi dan penilaian kesesuaian dapat berjalan dengan baik," ujar ujarnya.
 
BSN membutuhkan SDM yang memiliki kompetensi terkait standardisasi untuk menjadi kepanjangan tangan di daerah. Mengingat luasnya wilayah Indonesia, peran dosen sebagai tenaga ahli sangat diperlukan, baik sebagai pakar keilmuan maupun perannya dalam menyampaikan ilmu standardisasi kepada para mahasiswanya. Sebagai tempat lahirnya SDM berkualitas, Perguruan Tinggi diharapkan menghasilkan SDM yang paham tentang standardisasi sebagai nilai lebih dari lulusan Perguruan Tinggi. 

Dunia kerja sangat membutuhkan SDM yang paham dan aplikatif dalam bidang standardisasi, minimal untuk SNI ISO 9001:2015. Sebagian besar organisasi khususnya perguruan tinggi agar dapat menerapkan standar SNI ISO 9001:2015 dalam proses kegiatan bisnisnya. 
 
Semua perguruan tinggi baik negeri maupun swasta dapat bekerja sama dengan BSN dalam materi ajar, pengembangan kurikulum, mata kuliah standardisasi, ToT dosen, dan pengabdian masyarakat. Kerjasama dapat dilakukan secara cost sharing yang dilakukan oleh BSN dengan perguruan tinggi. 

"Diharapkan kedepannya STIEM Bongaya dapat menjadikan standardisasi kedalam mata kuliah wajib atau mata kuliah pilihan, atau mata kuliah sisipan," ujar Zakiyah.

Loading...
Loading...