Sabtu, 17 Maret 2018 17:09 WITA

Seminar Ilmiah, FK UMI Paparkan Masalah Hipertensi

Editor: Aswad Syam
Seminar Ilmiah, FK UMI Paparkan Masalah Hipertensi
Pembicara pada seminar ilmiah FK UMI, Sabtu (17/3/2018).

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Clinical Education Unit (CEU) Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Muslim Indonesia (UMI), kembali menggelar seminar ilmiah, di Aula Gedung FK UMI, Sabtu (17/3/2018).

Seminar yang diikuti sekitar 200-an Mahasiswa Program Profesi Dokter (MPPD) ini, rutin dilakukan dengan mengangkat tema yang berbeda-beda. Kali ini, tema yang dibahas yakni Hipertensi.

Dalam sesi pertama, perwakilan dari Departemen Ilmu Penyakit Dalam, dr Ahyar mengungkapkan, diagnosis hipertensi pada seseorang tidak bisa ditentukan dalam satu kali pengecekan tekanan darah.

Seminar Ilmiah, FK UMI Paparkan Masalah Hipertensi

"Untuk mengetahui seseorang terkena hipertensi atau tidak, dibutuhkan rangkaian proses, butuh waktu kurang lebih 4 minggu. Jadi jika ada seseorang yang diukur tekanan darahnya dan kebetulan tinggi, tidak bisa dijudge bahwa pasien menderita hipertensi," papar dr Ahyar, saat membawakan materinya yang berjudul Terapi Hipertensi.

Ia juga menambahkan, jika penderita hipertensi tidak menjalani terapi dengan baik, maka akan berisiko terkena berbagai macam komplikasi, seperti gagal ginjal, stroke, dan beberapa penyakit lainnya.

Pada kesempatan itu, dr Ahyar pun menjelaskan, pencegahan hipertensi dapat dilakukan dengan intervensi non farmakologis, yakni dengan merubah gaya hidup, seperti menurunkan berat badan sesuai berat badan ideal, diet rendah kalori, meningkatkan aktivitas fisik dan berbagai gaya hidup sehat lainnya.

"Ini (Hipertensi) memang bukan sebuah penyakit, namun komplikasinya itu yang mengkhawatirkan," imbuhnya.

Di sesi kedua, dr Jusli Aras menyampaikan materinya yang berjudul Hipertensi pada Anak. Dalam kesempatan itu, Alumni kedokteran UMI ini, menjelaskan tentang klasifikasi terbaru hipertensi pada anak.

Di mana, terdapat delapan perubahan mendasar, beberapa di antaranya yakni memperluas peran ambulatory BP monitoring dalam diagnosis dan tata laksana hipertensi pada anak, dan penyederhanaan tabel skrining untuk evaluasi lanjut.

"Hipertensi sekunder banyak terjadi pada anak di bawah usia 10 tahun. Dalam hal ini, anak harus memiliki gaya hidup yang sehat, serta pola tidur yang baik," katanya.

Sementara itu, Dekan FK UMI, Prof. Syarifuddin Wahid mengatakan, seminar ini wajib dihadiri semua coass. Ia pun berharap, kegiatan ini bisa berguna untuk peserta seminar pada saat ujian kompetensi dokter mendatang.

"Materi-materi yang disajikan pada seminar, merupakan kompetensi dokter umum yang sering diujikan pada soal-soal ujian kompetensi dokter," ungkap Syarifuddin.

Berdasarkan pantauan, pihak panitia juga memberikan kesempatan bagi peserta seminar, untuk mengajukan pertanyaan, baik yang berhubungan dengan tema yang dibahas, maupun pertanyaan seputar penyakit dalam lainnya.

Tags