Jumat, 09 Maret 2018 23:26 WITA

Peserta Bimbel Duafa, Pergi-Pulang Gratis Naik Grab

Editor: Adil Patawai Anar
Peserta Bimbel Duafa, Pergi-Pulang Gratis Naik Grab

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Untuk pertama kalinya, Yayasan Hadji Kalla bekerja sama dengan penyedia layanan transportasi online Grab mengadakan program Bimbingan Belajar (Bimbel) Duafa, di Sekolah Islam Athirah.

Dalam hal ini, Grab berperan sebagai transportasi yang akan digunakan oleh peserta saat datang ke lokasi bimbel, maupun saat akan kembali ke rumah. Peserta sama sekali tidak dipungut biaya, alias gratis.

Partnership and Partner Acquisition Lead Grab Makassar, Adi Rengga mengungkapkan, partisipasi dalam program bimbel duafa ini merupakan salah satu bentuk Corporate Social Responsibility (CSR) dari grab.

"Suatu hal yang membanggakan bisa ikut andil dalam kegiatan positif seperti ini. Kita bisa bantu memudahkan peserta bimbel duafa, untuk mendapatkan transportasi dengan mudah," katanya dalam acara Launching Bimbel Duafa, di Auditorium Sekolah Islam Athirah, Makassar, Jumat (9/3/2018).

Adi menjelaskan, cara pemesanan bagi peserta bimbel duafa tidak jauh berbeda dengan pemesanan seperti biasanya.

"Kita fasilitasi dengan Grab Edukasi, cara pemesanannya seperti biasa, cuma yang beda, pengaturannya diubah dari personal ke corporate," paparnya.

Diketahui, kegiatan ini akan diselenggarakan selama 2 bulan, dengan melibatkan 110 pelajar kurang mampu di tingkat SD dan SMP yang sebentar lagi akan mengikuti Ujian Nasional.

"Tidak menutup kemungkinan, jika ada kegiatan selanjutnya yang berkaitan dengan duafa, kita akan kembali support," imbuh Adi.

Sementara itu, Kepala Departemen Akademik, Aman Uppi mengungkapkan, peserta bimbel ini terbagi rata di Sekolah Islam Athirah yang berada di Jalan Kajaolalido dan di Jalan Raya Baruga, masing-masing 55 peserta.

"Kita mulai Senin depan (12/3), dalam setiap kelas maksimal 10 orang yang ikuti proses pembelajaran, agar lebih efisien input-outputnya. Selama dua bulan ke depan, kita akan berusaha bersama untuk memajukan anak bangsa," demikian Aman.