Selasa, 06 Maret 2018 15:48 WITA

Larangan Bercadar di UIN Yogya, Mahfud MD Bilang Begini

Editor: Mulyadi Abdillah
Larangan Bercadar di UIN Yogya, Mahfud MD Bilang Begini
Mahfud MD

RAKYATKU.COM - Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD turut berkicau soal kebijakan larangan bercadar terhadap mahasiswi di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Dipaparkan, tidak ada yang berhak melarang orang menutup diri dengan cara berpakaian apa saja. 

"Tapi jangan pula menista orang yang berpakaian biasa saja sebagai melanggar agama. Pakaian itu boleh apa saja, asal sopan saja," kicau @mohmahfudmd, Senin (6/3/2018) malam.

Apakah keputusan Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta salah atas larangan bercadar itu?

"Kalau itu wewenang rektor UIN. Ahli hukum administrasi negara mengatakan orang yang mengikatkan diri (seperti bekerja atau belajar) di suatu institusi harus rela jika hak asasinya diatur atau dikurangi sesuai dengan kewenangan pimpinan institusinya. Seperti jam tidur dan berpakaian," cuitnya lagi menanggapi pertanyaan netizen.

"Kita punya hak untuk tidur kapan saja. Tapi kalau jadi PNS hak anda untuk tidur dikurangi, yakni, tak boleh tidur pagi krn hrs masuk kantor. Jadi jika Anda mengikatkan diri dengan satu institusi maka hak asasi bisa dikurangi sesuai kebutuhan aturan institusi. Itu contoh dari teorinya Buys," demikian Mahfud MD.

Sebelumnya, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta melakukan pendataan dan pembinaan pada sejumlah mahasiswinya yang mengenakan cadar. Hal ini tertuang dalam surat yang ditandatangani Rektor UIN Sunan Kalijaga, Yudian Wahyudi kepada Direktur Pascasarjana, Dekan Fakultas, dan Kepala Unit/Lembaga tersebut tanggal 20 Februari 2018.

Yudian juga menjelaskan bahwa pembinaan saat ini akan dilakukan oleh tim khusus. Kebijakan mendata mahasiswi bercadar di kampus dilakukan karena belakangan ini marak berkembang ideologi radikal yang tidak sesuai dengan esensi Islam dan budaya keislaman di Indonesia.

"Timnya sekitar 5 (dosen) dari fakultas, nanti anak dikonseling. Kalau sampai 7 kali masih pada pendiriannya, kita minta mereka mengundurkan diri (dari kampus)," kata Yudian kepada wartawan di Kampus UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta, Senin (5/3) lalu.

Selain untuk meluruskan paham atau ideologi radikal yang diduga berkembang di kalangan mahasiswi bercadar, kebijakan pendataan ini diambil kampus untuk mempermudah administrasi kampus. Termasuk administrasi saat kampus menyelenggarakan ujian.