Selasa, 06 Maret 2018 14:46 WITA

Semarak Communication Fair 2018 di Hari Kedua

Editor: Ibnu Kasir Amahoru
Semarak Communication Fair 2018 di Hari Kedua

RAKYATKU.COM - Pelaksanaan Communication Fair 2018 oleh Korps Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, memasuki hari kedua, Selasa (6/3/2018). 

Ada beragam kegiatan di hari kedua, salah satunya Anchor Competition yang gelar di Aula Prof Syukur Sbdullah. Kegitan yang dihadiri 52 peserta ini, menghadirkan berbagai juri dari berbagai media yakni David Rizal (Presenter SCTV), Gibran Muhammad (Presenter Kompas TV) dan Muhtar Lutfi (Koordinator presenter Celebes TV).

Salah satu peserta, Ujar Mitahul mengungkapkan banyak pelajaran yang ia temukan dalam kegiatan ini. Bahkan dari kegiatan tersebut, ia mengaku banyak mendapat kawan baru.

"Saya berharap kegiatan dari Kosmik tidak berhenti sampai disini dan juga publikasi dan sosialisasi juga sebaiknya lebih luas lagi agar peserta kedepannya lebih banyak," ujar mahasiswa Polimas LP3I Tamalanrea itu.

Disisi lain, peserta yang menaruh minat dalam fotografi mulai memadati Talkshow Witnes by Picture yang dipandu langsung oleh Hariandy Hafid selaku moderator talkshow. Talkshow fotografi ini mengundang dua narasumber yakni Yusuf Ahmad dan Adek Berry, di Aula Prof Mattulada.

Semarak Communication Fair 2018 di Hari Kedua

Dalam penjelasannya, Yusuf Ahmad mengaku jika foto dokumenter awalnya murni untuk kegiatan tertentu yang kemudian berkembang menjadi fotografi jurnalistik. Fungsi foto dokumenter adalah untuk mendokumentasikan yang disajikan dengan gaya jurnalistik dan artistik. 

"Foto dokumenter sifatnya lama atau panjang, tidak terikat pada waktu, sedangkan foto story adalah foto yang menceritakan sebuah peristiwa dan satu masa saja, dan untuk foto essay, narasi dianggap sebagai hal yang mutlak," ujar Yusuf Ahmad.

Semarak Communication Fair 2018 di Hari Kedua

Sementara itu, Adek Berry mengatakan, pekerjaan jurnalistik saat ini terbuka untuk umum, siapapun bisa mengambilnya. Namun, yang menjadi pembeda adalah karyanya bisa diakui.

“Dewasa ini fotografer sudah banyak, teknologi sudah canggih tapi sebagai fotografer yang baik harus punya kredibilitas, Karena semuanya harus dimulai step by step, tidak instan dan hati-hati,” ujar Adek Berry dalam keterangan tertulis yang diterima.
 

Tags