Senin, 05 Maret 2018 16:51 WITA

Unhas Terus Berbenah Meningkatkan Kualitas Birokrasi

Editor: Adil Patawai Anar
Unhas Terus Berbenah Meningkatkan Kualitas Birokrasi

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Unhas terus berbenah dalam meningkatkan kualitas birokrasi dalam memberikan pelayanan kepada publik, baik publik internal maupun eksternal. Tim Reformasi Birokrasi Unhas yang dipimpin oleh Sekretaris Universitas, Prof. Nasaruddin Salam menggelar rapat khusus membahas beberapa langkah strategis untuk meningkatkan pelayanan publik Unhas di Ruang Rapat A Lantai 4 Gedung Rektorat Unhas, Senin (5/3/2018).

Rapat ini sebagai rekomendasi Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) yang beberapa waktu lalu telah melakukan monitoring dan evaluasi terhadap implementasi Reformasi Birokrasi pada seluruh PTN dan Kopertis pada 22 Februari 2018 lalu. 

“Kita bersyukur bahwa pada saat monev dua minggu lalu, kita dapat memenuhi seluruh kebutuhan dokumen sebagai bukti reformasi yang telah kita lakukan. Sehingga, dalam rekomendasi Tim Monev bagian dokumen yang harus dilengkapi itu kosong. Artinya, dokumen kita sudah lengkap,” kata Prof. Nasaruddin mengawali rapat.

Sesuai hasil monev, Unhas dianggap telah melakukan perubahan signifikan melalui beberapa program, seperti pembentukan pusat manajemen data, adanya unit Publication Management Center (PMC) yang membantu publikasi dosen di jurnal internasional, standarisasi layanan ISO 9001:2015 yang merupakan standar internasional, serta adanya keterlibatan level pimpinan dalam mendorong perubahan.  

“Yang paling mendapat apresiasi Kemenristek adalah lelang terbatas untuk pejabat eselon III dan IV yang telah dilakukan Unhas.  Bahkan Kemenristek saja belum sampai ke level ini, baru eselon I dan II,"lanjut Prof. Nasaruddin.

Diantara beberapa agenda yang dibahas dalam rapat, muncul gagasan untuk membentuk Unit Layanan Terpadu (ULP) yang nantinya akan mengintegrasikan layanan-layanan yang telah ada di Unhas, baik Akademik, SDM, Kemahasiswaan, Keuangan, dan sebagainya. 

Dalam waktu dekat, Unhas akan membentuk suatu tim kecil yang akan mengidentifikasi layanan-layanan apa saja yang sudah bisa diintegrasikan.  Selanjutnya, akan segera didesain penempatan staf, penyiapan sarana dan prasarana, serta standar operasional dan prosedur pelayanan.

Selain itu, Unhas juga akan mempersiapkan suatu Unit Pengendali Gratifikasi dan menetapkan Zona Integritas. Unit Pengendali Gratifikasi ini nantinya akan menerima laporan dari setiap dosen, pegawai, dan pejabat Unhas yang menerima pemberian dari masyarakat dalam berbagai bentuknya.  

Nanti akan ada tim yang menilai, apakah pemberian tersebut akan masuk dalam kategori gratifikasi atau tidak. Sementara untuk Zona Integritas, Unhas akan mempersiapkan kawasan yang akan ditetapkan sebagai Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).