Jumat, 16 Februari 2018 21:13 WITA

Forum Rektor Indonesia Lahirkan Rekomendasi dan Pernyataan Sikap

Editor: Adil Patawai Anar
Forum Rektor Indonesia Lahirkan Rekomendasi dan Pernyataan Sikap

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Konferensi Forum Rektor Indonesia tahun 2018 yang digelar di Baruga AP. Pettarani, Unhas, sejak kemarin hingga hari ini, Jumat (16/2/2018) menghasilkan rekomendasi dan pernyataan sikap untuk mengawal hadirnya kehidupan berbangsa ,dan bernegara yang kondusif dan sejahtera. 

Pernyataan sikap dan rekomendasi ini dihasilkan dari saling tukar pikiran sebanyak 500 pimpinan Perguruan Tinggi yang ada di Indonesia selama dua hari. Ketua FRI 2017, Prof. Suyatno mengatakan, FRI bukanlah organisasi partisan, tetapi FRI berdiri untuk mengawal pemerintahan yang baik. 

Senada dengan Prof. Suyatno, Rektor Unhas yang juga Ketua FRI 2018, Prof. Dwia Aries Tina Pulubuhu mengatakan dalam forum rektor, ada beberapa topik yang dibicarakan. 

"Kami akan membahas hal terkait pembangunan ekonomi nasional yang berdaulat, berkeadilan, dan mensejahterakan. Selain itu kita juga berbicara mengenai demokrasi pancasila untuk memperkokoh nasionalisme, dan pendidikan tinggi yang mampu meningkatkan daya saing," kata Prof. Dwia. 

Dari pembicaraan inilah terbentuk rekomendasi dan pernyataan sikap yang ditetapkan di forum rektor ini. 

1. Mendorong perguruan tinggi untuk melakukan inovasi dan riset yang dapat dimanfaatkan secara optimal dalam menyokong sektor ekonomi dan daya saing bangsa di tengah arus percaturan global yang secara masif akan mempengaruhi sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara.  

2. Mendorong Kementrian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Ristekdikti) melakukan debirokratisasi kelembagaan dan deregulasi perijinan bagi pembentukan prodi-prodi baru serta terobosan baru untuk menjawab persoalan era disrupsi dan revolusi industri 4.0. 

3. Meminta kepada Pemerintah menyusun dan menetapkan kebijakan yang mendorong pihak industri agar bekerjasama dengan perguruan tinggi untuk melakukan riset dan inovasi yang memiliki nilai ekonomi dan berdampak langsung kepada kesejahteraan masyarakat. 

4. Mengembalikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara melalui berbagai strategi dan langkah yang harus dilakukan oleh semua institusi, khususnya perguruan tinggi. Dengan mengembalikan nilai-nilai Pancasila, persoalan karakter bangsa yang menjadi pondasi utama dalam mempersiapkan kader dan sumber daya manusia berkualitas yang memiliki daya saing tinggi menghadapi disrupsi peradaban.

5. Miminta kepada DPR, DPD, dan Pemerintah bersama MPR mengadakan joint session untuk untuk menyusun haluan negara dalam perencanaan pembangunan nasional. Dengan GBHN tersebut diharapkan dapat dikembalikannya  kedaulatan rakyat  untuk mencapai kesejahteraan dan pembangunan nasional yang berkeadilan sosial.

6. Dengan adanya revolusi industri generasi ke-4, FRI menetapkan kelompok kerja-kelompok kerja (Pokja) sesuai dengan dinamika perkembangan di era revolusi industri 4.0, diantaranya a) Pokja Pembangunan Ekonomi Nasional, b) Pokja Penguatan Demokrasi Pancasila, c) Pokja Pendidikan Tinggi berdaya saing, d) Pokja Kepemimpinan Nasional Cerdas dan Berkarakter, dan e) Pokja Ketahanan Pangan.