Kamis, 15 Februari 2018 19:41 WITA

Menristekdikti Tingkatkan Pendidikan Vokasi Lewat Revitalisasi Politeknik

Editor: Andi Chaerul Fadli
Menristekdikti Tingkatkan Pendidikan Vokasi Lewat Revitalisasi Politeknik

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) mendukung peningkatan mutu pendidikan vokasi di Indonesia.

Saat ini, Kemenristekdikti tengah fokus dalam melakukan 'Revitalisasi Politeknik'. Revitalisasi yang dilakukan mulai dari kurikulum, penguatan kapasitas dan kapabilitas dosen, hingga kompetensi mahasiswa sebagai bentuk usaha peningkatan pendidikan vokasi.

Salah satu dukungan untuk meningkatkan kualitas dosen politeknik, pihak Kemenristekdikti telah menyiapkan Program Beasiswa 'Retooling' Kompetensi Vokasi Dosen Pendidikan Tinggi Vokasi. 

Beasiswa tersebut berupa bantuan pembiayaan bagi dosen politeknik untuk mendapatkan sertifikasi kompetensi baik dalam maupun luar negeri.

"Banyak peluang yang dapat diraih lulusan pendidikan vokasi seperti menjadi pengusaha daripada hanya berharap menjadi pegawai pemerintah ataupun swasta," kata Menristekdikti, Prof Mohammad Nasir, saat mengunjungi Kampus Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP), Kamis (15/2/2018).

Menurut Prof Nasir, selama ini lulusan pendidikan vokasi jenjang Diploma IV seringkali dianggap tidak setara dengan lulusan sarjana. Sehingga banyak lulusan Diploma IV sulit untuk bersaing di dunia kerja.

Menanggapi fenomena itu, Prof. Nasir mengaku, pihaknya telah bersurat ke berbagai instansi pemerintah, pihak swasta, dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Surat itu berisi pernyataan bahwa lulusan Diploma IV dari politeknik setara dengan lulusan sarjana akademik.

Ia menambahkan, lulusan politeknik diharapkan memiliki sertifikat kompetensi, karena ke depan dunia kerja tidak akan melihat ijazah saja, namun lebih mengutamakan kompetensi bidang apa yang dimiliki. 

“Saya berharap lulusan politeknik menjadi ‘pemain tengah’ dalam penyiapan sumber daya manusia Indonesia yang unggul dan berdaya saing tinggi,” pungkasnya.