Kamis, 15 Februari 2018 16:53 WITA

Menteri Agama: PTKIN Harus Menunjukkan Jati Dirinya

Editor: Andi Chaerul Fadli
Menteri Agama: PTKIN Harus Menunjukkan Jati Dirinya
Menteri Agama, Lukman Hakim Saifudin

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Eksisnya Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar (UINAM) sebagai salah satu perguruan tinggi islam terkemuka di wilayah Timur Indonesia, melahirkan sejumlah harapan dari berbagai kalangan. Salah satunya datang dari Menteri Agama RI, Lukman Hakim Saifuddin. 

Ia mengungkapkan, Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) harus terus meningkatkan kualitas dan prasarana. Langkah tersebut dianggap penting seiring meningkatnya mobilitas vertikal kaum santri. 

Menurutnya, animo masyarakat muslim menyekolahkan anaknya ke lembaga pendidikan Islam luar biasa. Pasalnya, pesantren dan madrasah terbukti mampu mengantisipasi tantangan dan kebutuhan zamanya. 

Bahkan kata Lukman, dulu, madrasah menjadi pilihan terakhir, namun saat ini berubah signifikan, karena madrasah sudah menjadi pilihan utama.

“Trend ini harus diantisipasi oleh PTKIN dengan terus berbenah diri. Trend mobilitas ini tidak bisa dihentikan. Termasuk anak-anak di sekolah umum yang kini berminat melanjutkan studi ke PTKIN,” tuturnya dalam peresmian gedung Dosen (SBSN) dan Gedung Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI), Kamis (15/2/2018).

Ia menambahkan, gedung baru tersebut hanya sebagai simbol saja. Karena hal yang tidak kalah penting adalah isinya.

"PTKIN harus bisa menampilkan jati dirinya melalui pemikiran dan hasil-hasil penelitian sehingga keilmuan terus berkembang, karena Pengajar adalah jantung lembaga pendidikan,” pesannya.

Sementara itu, Rektor UIN Alauddin Makassar, Prof Musafir Pababbari menjelaskan, Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) dimulai sejak tahun 2016. Dimana UIN telah mendapatkan proyek dengan anggaran Rp 35 milyar, untuk membangun tiga gedung serbaguna, dengan 84 ruang kelas dan fasilitas lengkap. 

Tahun berikutnya, anggaran sebesar Rp 34 milyar, digunakan untuk membangun Gedung Dosen dengan 220 ruang dosen serta dilengkapi fasilitas meubelair dan internet.

ia menuturkan, bahwa dalam proses pembangunan dua gedung tersebut mendapatkan Pendampingan dari Dinas Tata Ruang dan  Pemukiman Provinsi Sulawesi Selatan serta Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintahan dan Pembangunan Daerah (TP4D) Kejaksaan Tinggi Provinsi Sulsel.

“Saya berharap dengan selesainya dua gedung ini, dosen dan mahasiswa dapat mengajar dan belajar dengan nyaman,” ujarnya.

Seperti diketahui, FEBI UIN Alauddin saat ini mempunyai 2.700 mahasiswa dan 57 dosen, dengan lima program studi, yaitu Ekonomi Islam, Manajemen, Ilmu Ekonomi, Akuntansi, dan Perbankan Syariah.

Tags