Sabtu, 10 Februari 2018 10:03 WITA

Ferdinandus: Berusaha Menjadi yang Diandalkan

Editor: Aswad Syam
Ferdinandus: Berusaha Menjadi yang Diandalkan
Ferdinandus Sampe, SE., M.Bus., Ph.D

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Tak perlu bermimpi terlampau tinggi. Namun terus berusaha menjadi yang dapat diandalkan. Itu pandangan hidup yang dimiliki Rektor Universitas Atma Jaya Makassar Ferdinandus Sampe, SE., M.Bus., Ph.D. 

Bapak tiga anak ini mengaku menjalani apa saja yang bisa ia kerjakan, tanpa harus memikirkan amanah yang sebenarnya cukup besar untuk diemban.

Dengan memegang teguh "Semper videlis" yang artinya selalu berusaha menjadi yang diandalkan, dia pun tak pernah bosan memperbaiki diri. "Terlepas dari menjadi yang lebih baik, saya juga tetap berusaha menjadi yang diandalkan," singkatnya.

Ferdinandus tak pernah menyangka dirinya akan menduduki jabatan Rektor Universitas Atma Jaya Makassar, yang merupakan salah satu universitas terbaik di Makassar.

Sejak dulu, dia hanya bercita-cita menjadi seorang guru Sekolah Dasar (SD) yang kesehariannya hanya bergaul dengan anak-anak. 

"Sejak kecil saya bercita-cita jadi guru SD. Alasannya sangat sederhana, karena saya melihat anak-anak di usia ini lebih mudah disuruh melakukan hal yang patut untuk dikerjakan," ujarnya.

Kenyataan dan cita-cita memang tak selalu berbanding lurus. Meski tidak jauh dari pekerjaan mengajar, Ferdinandus justru berkarier menjadi dosen di Atma Jaya pada 1993. Tidak puas hanya dengan pendidikan S1, Ferdinandus terus mengasah kemampuan dan menambah ilmu, agar mampu mendapatkan beasiswa ke luar negeri untuk jenjang pendidikan yang lebih tinggi. 

Berkat usaha yang berkelanjutan, Ferdinandus berhasil mendapatkan beasiswa Australia Development Scholarship dari pemerintah Australia, untuk belajar di Southern Cross University untuk level master dan dar beasiswa studi luar negeri dari Ristek Dikti untuk level doktoral. Dengan kunci "Siap, memenuhi syarat dan ikut" dia selalu berhasil meraih pendidikan dengan beasiswa.

"Sejak SD saya memang bersekolah dengan beasiswa, tapi tidak pernah terbayang sebelumnya bisa sampai keluar negeri. Bahkan tidak sepeserpun uang saya keluar saat saya mengenyam pendidikan di luar negeri," ungkap sosok yang murah senyum ini.

Tidak hanya berbekal menjadi seorang dosen di Makassar, dia juga sempat menjadi dosen di luar negeri. Meski demikian, Ferdinandus tetap bertekad untuk tidak menetap di sana, dirinya bahkan lebih memilih di Makassar, karena baginya kembali ke Indonesia (Makassar) merupakan hal yang bisa membuat bahagia. 

"Untuk apa kita menetap di sana, walau semua lebih teratur, lebih mudah mendapatkan uang, tapi menetap di Makassar lebih membahagiakan," ujarnya sambil tertawa.

Ditanya lebih jauh, bapak kelahiran 14 April 1967 ini membocorkan beberapa kiatnya bisa mendapatkan berkali-kali beasiswa luar negeri, pertama mencari informasi beasiswa, memenuhi syarat, isi formulir dan siapkan berkas. Selain itu, pahami visi misi dari lembaga yang memberikan beasiswa tersebut, upayakan tujuan mengambil beasiswa teraebut sejalan dengan apa yang menjadi visi misi lembaga tersebut.

Berita Terkait