Selasa, 30 Januari 2018 15:17 WITA

STIEM Bongaya-BBIPHP Latih Warga, Rumput Laut Diubah Jadi Begini

Editor: Al Khoriah Etiek Nugraha
STIEM Bongaya-BBIPHP Latih Warga, Rumput Laut Diubah Jadi Begini
Ketua Tim Penggerak PKK Desa Aeng Batu-batu, Sarifah Ratu Yuliani, memperlihatkan agar-agar produksi mereka yang diolah rumput laut khas Takalar.

RAKYATKU.COM, TAKALAR - Puluhan ibu-ibu di Desa Aeng Batu-batu, Kecamatan Galesong Utara, Takalar, tampak serius memperhatikan gerak-gerik jari dari Pak Medan dari Balai Besar Industri Pengelolaan Hasil Perkebunan (BBIPHP) Sulsel. Pak Medan mempraktikkan cara mengolah rumput laut.

Saat berpraktik, ibu-ibu tampak riuh. Mereka sedang membuat banyak camilan dari bahan dasar rumput laut. Sesekali beberapa pendamping dari Pusat Inkubasi Bisnis dan Industri Kreatif STIEM Bongaya serta pelatih dari Balai Besar Industri Pengelolaan Hasil Perkebunan (BBIPHP) Sulsel, mengarahkan ibu-ibu tersebut.

Selasa, 30 Januari, mahasiswa Kuliah Kerja Lapang (KKL) STIEM Bongaya menggandeng BBIPHP menggelar Workshop Diversifikasi Pangan. Kegiatan digelar di Desa Aeng Batu-batu.
Hadir Ketua PKK Desa Aeng Batu-Batu, Sarifah Ratu Yuliani, Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Masyarakat (P3M) STIEM Bongaya, Zulkarnain Basir, serta para pembimbing dari 5 desa di Galesong Utara, Takalar.

Menurut Zulkarnain, pelatihan ini untuk melatih para ibu-ibu warga Desa Aeng Batu-Batu mengelola potensi daerah, dengan pengembangan teknologi yang akan dilatih langsung BBIPHP.

Ketua PKK Desa Aeng Batu-Batu, Sarifah Ratu Yuliani mengaku tertarik dengan pelatihan ini, karena akan mengembangkan potensi ibu-ibu desa dalam mengelola kekayaan alam di desa ini. 

"Ini juga  bisa menambah penghasilan untuk keluarga dan desa, terutama pengeloalaan rumput laut," beber Sarifah.

Sementara itu, pelatih dari BBIPHP, Medan, mengatakan, pengelolaan rumput laut adalah potensi Desa Aeng Batu-Batu yang sangat potensial untuk diolah kemudian dijual.

Produk rumput laut yang akan dilatihkan kata Medan, antara lain, permen jelly rumput laut, sirup rumput laut, puding rumput laut, serta selai rumput laut.

"Jadi tujuan diversifikasi, untuk meningkatkan produktivitas produk yang diolah lebih bersih sehat dan tahan lama," pungkas Medan.