Kamis, 18 Januari 2018 13:54 WITA

Danny Pomanto: Neurosains Jawaban Tidak Relevansinya Otak Manusia

Editor: Almaliki
Danny Pomanto: Neurosains Jawaban Tidak Relevansinya Otak Manusia

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan 'Danny' Pomanto, membuka kegiatan lokakarya yang diselenggarakan Fakultas Kesehatan Unit Neurosains Terapan, Universitas Patria Artha (UPA), Kamis (18/1/2018).

Kegiatan yang mengangkat tema "Pemantapan Pemetaan Kematangan Anak menuju Kesiapan Belajar" ini, dihadiri sekira 100 orang guru, yang berasal dari beberapa sekolah negeri di Kota Makassar.

Danny Pomanto dalam sambutannya mengatakan, pendidikan dan otak merupakan sebuah relevansi berfikir dalam proses kehidupan, yang dapat menghasilkan manusia produktivitas.

"Neurosains menjadi sebuah jawaban dari tidak relevansinya sebuah otak manusia. Ilmu ini juga bisa diaplikasikan dalam pengambilan keputusan di setiap aspek kehidupan. Terutama dalam menata ulang cara berpikir kita. Itu merupakan tantangan di birokrasi saat ini," kata Danny.

Untuk diketahui, neurosains merupakan ilmu pengetahuan khusus yang ditujukan untuk mempelajari tentang otak dan dinamikanya. Ilmu ini sangat bermanfaat  bagi pengembangan diri manusia, yang dapat membawa dampak terhadap kemajuan pendidikan, bisnis, perusahaan, industri, dan pemerintah.

Orang nomor satu di Kota Makassar ini mengungkapkan, pentingnya mempelajari  dan menerapkan neurosains dalam kehidupan sehari-hari. Ia pun mengaku selalu memanfaatkan ilmu ini untuk  menciptakan ide dan inovasi-inovasi baru. Salah satu contohnya, yaitu dalam menciptakan slogan "Jangan Biarkan Makassar Mundur Lagi".

Danny Pomanto: Neurosains Jawaban Tidak Relevansinya Otak Manusia

"Kadang kata-kata yang baik muncul dari otak itu sebuah sihir. Kalau saya buat slogan Majulah Makassar, itu sifatnya tidak mengajak. Tapi saya buat jangan biarkan Makassar mundur lagi, itu lebih kuat. Dan memacu para masyarakat mempertahankan Makassar agar lebih maju," jelasnya.

Danny juga mengimbau kepada para peserta agar bersyukur karena UPA memperkenalkan ilmu detail kepada para lembaga pendidik. Ia berharap dengan adanya ilmu neurosains ini, dapat membimbing para pendidik dan menstimulus otak anak menjadi lebih baik dan berguna di jalur positif nantinya.

Sementara Rektor Universitas Patria Artha, Bastian Lubis, mengatakan kegiatan ini merupakan yang pertama di Indonesia. Saat guru dijadikan sebagai agen of change atau agen perubahan, yang bisa memberikan pemetaan berfikir yang baik pada generasi penerus.

"Kegiatan diklat Neurosains Terapan ini penting untuk meningkatkan mutu Guru TK dan SD. Sehingga dapat mendukung program Pemerintah Kota Makassar, dalam mengubah melalui revolusi pendidikam. Agar para anak di tahun-tahun akan dapat menjadi generasi penerus yang handal di bidangnya," tutupnya.