Kamis, 11 Januari 2018 16:47 WITA

Suara Perwakilan Mahasiswa di Pilrek Unhas Belum Jelas

Editor: Ibnu Kasir Amahoru
Suara Perwakilan Mahasiswa di Pilrek Unhas Belum Jelas

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Spekulasi mengenai hak suara perwakilan mahasiswa pada tahap akhir pemilihan rektor Unhas periode 2018-2022 masih belum jelas. Pasalnya, hingga saat ini Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) di kampus merah tersebut belum terbentuk. 

Kepala Unit Humas Universitas Hasanuddin, Ishaq Rahman mengatakan, selama beberapa bulan terakhir Wakil Rektor 3 Unhas sering memfasilitasi tiap-tiap BEM fakultas untuk membentuk BEM universitas. Namun hingga saat ini, para mahasiswa Unhas tidak pernah berkumpul bersama untuk membentuk BEM universitas. 

"Persoalannya itu sebenarnya bukan di rektorat atau pihak universitas tetapi di pihak mahasiswanya. Karena sampai sekarang mahasiswa itu belum sepakat untuk membentuk suatu BEM di tingkat Universitas," ujar Ishaq Rahman, Kamis (11/1/2018).

Senada, Ketua Majelis Wali Amanat Unhas, Prof. Basri Hasanuddin mengatakan, pihaknya menyambut baik jika ada suara dari perwakilan mahasiswa Unhas sebagai anggota MWA Unhas dalam pemilihan tahap akhir caln rektor. 

Ia pun berharap, sebelum proses pemiliham rektor Unhas oleh MWA yang kemungkinan terjadi di bulan Maret, perwakilan mahasiswa khususnya BEM Universitas Unhas sudah terbentuk. 

"Kita sangat happy kalau mahasiswa bisa masuk. Tapi bagaimana kalau mahasiswanya tidak siap-siap juga? Mudah-mudahan sebelum tanggal 28 April mahasiswa sudah bisa ada disitu (anggota MWA). Saya kira Wakil Rektor III tetap mengusahakan itu," ujar Prof. Basri Hasanuddin. 

Suara Perwakilan Mahasiswa di Pilrek Unhas Belum Jelas(Lima Bakal Calon Rektor Universitas Hasanuddin/Duduk)

Namun jika pada pemilihan nanti suara perwakilan mahasiswa tetap tidak ada, maka proses pemilihan tetap berjalan. Hal ini dikarenakan suara perwakilan mahasiswa tersebut adalah hak mahasiswa bukan suatu kewajiban yang harus diikuti. 

Sebelumnya, tahap pemilihan akhir calon rektor Unhas akan ditentukan oleh Majelis Wali Amanat Unhas. MWA sendiri terdiri dari 19 tokoh termasuk Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla (Ketua IKA Unhas), Menristek Dikti, Moh. Natsir dan Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo. 

Proses pemilihan sendiri akan berlansung melalui musywarah mufakat. Namun jika tidak memungkinkan, proses pemilihan akan ditentukan dengan voting dimana menristekditi memiliki 35 persen suara dari total anggota MWA.