Senin, 08 Januari 2018 22:42 WITA

Kriteria Penilaian Visi Misi Bakal Calon Rektor Unhas Sesuai dengan RP 2030

Editor: Adil Patawai Anar
Kriteria Penilaian Visi Misi Bakal Calon Rektor Unhas Sesuai dengan RP 2030

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Tiga nama calon rektor Unhas periode 2018-2022 akan dipilih senat akademik pada tanggal 24 Januari 2018 mendatang. Ketua Senat Akademik Unhas, Prof. Tahir Kasnawi mengatakan telah memiliki kriteria penilaian yang menjadi patokan dalam menentukan bakal calon yang diloloskan. 

Tahir mengatakan, ada dua kriteria yang menjadi patokan penilaian para anggota senat akademik dalam tahap penyaringan itu. Dua kriteria penilaian tersebut ialah kriteria dokumentif dan kriteria observasi. Dasar kedua kriteria ini termaktub dalam peraturan pemerintah no. 53 tahun 2015 tentang statuta calon rektor Unhas. 

"Kriterianya (pemilihan) ada dua sebetulnya yaitu kriteria dokumentif (tertulis) peraturan dan ada kriteria obesrv yang bisa diamati, bisa dilihat, bisa diperhatikan, dan bisa dilihat," kata Prof. Tahir dalam jumpa pers di gedung rektorat lantai 4, Senin (8/1/2018).

Lebih rinci, Prof Tahir menjelaskan kekuatan penyajian para bakal calon dalam memaparkan visi misi dan program kerjanya di hadapan senat akademik menjadi acuan utama penilaian. Penyajian tersebut harus sesuai dengan rencana pengembangan Unhas di tahun 2030 mendatang. 

Selain itu, kekuatan jawaban para bakal calon saat ditanya tim asesor dan peserta yang hadir juga menjadi kunci penilaian senat akademik yang berjumlah 86 orang. Prof. Tahir juga menjamin independensi suara para anggota senat akademik dalam meloloskan tiga nama calon rektor ke tahap berikutnya. 

"Setiap anggota senat itu adalah orang-orang yang dipilih dalam proses umumnya, dan mereka secara independen memberikan suaranya setiap satu orang satu suara sehingga diharapkan nanti ada 86 suara yang akan memilih lima bakal calon rektor nanti," imbuhnya. 

Sementara Ketua Tim Pokja Senat Akademik Unhas, Prof. Hafied Cangara mengaku persiapan tahapan penyaringan bakal calon rektor Unhas melalui sidang senat terbuka sudah sangat baik. Salah satunya ialah dengan menunjuk tiga orang yang dianggap memiliki kredibilitas di bidangnya sebagai tim panelis. 

Ketiga panelis tersebut ialah Prof. Djoko Santoso (mantan dirjen pendidikan tinggi di era SBY), Prof. Radi A Gani (mantan rektor Unhas), dan Prof. Dadang Ahmad Suryamiharja (mantan wakil rektor 1 Unhas). Selain itu sidang terbuka ini akan dipandu oleh moderator Prof. Nur Pudji Astuti. 

"Nanti yang memimpin diskusi ini moderatornya adalah Prof. Dr. dr. Nur Pudji Astuti. Beliau ini adalah pemegang hak paten terbanyak di Unhas dan seorang peneliti. Jadi kita tampilkan dengan suara perempuan sehingga diskusi bisa lebih tenang dan lebih lancar,"pungkas Prof. Hafied.