Sabtu, 06 Januari 2018 02:00 WITA

"Beban Kerja Guru Lebih Berat dari Seluruh Pegawai Pemprov"

Editor: Almaliki
Ilustrasi

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Ikatan Guru Indonesia (IGI) mengatakan jika beban kerja guru lebih berat dibandingkan seluruh pegawai Pemprov Sulsel, kecuali Gubernur, Wagub, serta Sekprov. 

Untuk itu, menurut IGI tidak masuk akal jika guru yang juga di bawah naungan Pemprov Sulsel, tidak mendapatkan Tunjangan Kinerja (Tukin).

"Karena beban kerja guru sangat berat dibandingkan seluruh pegawai di Pemprov Sulsel," ujar Ramli Rahim, Jumat (5/1/2018). 

Seperti yang tertuang di Peraturan Gubernur (Pergub) Sulsel Nomor 130 Tahun 2017 tentang pedoman pemberian tambahan penghasilan bagi PNS dan CPNS di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel. Dinilai telah mengabaikan hak guru sebagai pegawai yang bernaung di bawah pemerintah provinsi. 

Dalam pasal 7 ayat 2 disebutkan bahwa “bagi PNS dan CPNS dalam jabatan fungsional guru yang telah menerima tambahan penghasilan berupa tunjangan sertifikasi guru atau tunjangan lainnya yang sejenis, tidak diberikan TPP, adalah bentuk kesalahan perhitungan Pemprov Sulsel dalam menilai kesejahteraan guru".

Ketua IGI Pusat, Muhammad Ramli Rahim, mengulas tentang beban kinerja guru. Salah satunya yaitu guru menanggung beban seperti harus berhadapan dengan murid yang keras. 

"Kadang guru harus dipukul oleh murid, bahkan orang tua siswa juga ikut memukul seperti yang terjadi beberapa waktu lalu di Makassar," ucapnya. 

Bahkan, katanya, seorang guru harus berurusan dengan polisi karena mencubit anak muridnya. Semua itu dilakukan demi menginginkan anak muridnya berubah menjadi baik. 

"Itu adalah risiko yang harus ditanggung oleh seorang guru. Makanya Pemprov harus melihat semua itu di beban kerja seorang guru," katanya. 

Lebih jauh, Muhammad Ramli Rahim, mengungkapkan bahwa jika guru tidak diberikan Tukin, maka guru bisa saja berpikir untuk apa menjadi guru berkualitas, kalau tunjangannya lebih rendah dari tata usaha. 

"Sudah dapat pakasi sejak Januari 2018 , dengan berubahnya jadi tunjangan kinerja dan guru kehilangan pakasi, juga tidak diberikan Tukin, itu artinya pendapatan guru berkurang. Ini menjadi persoalan, karena bisa saja tata usaha yang mendapatkan Tukin lebih banyak pendapatannya dibandingkan dengan guru yang tidak mendapatkan Tukin," jelasnya. 

Persoalan selanjutnya, di kaca mata Muhammad Ramli Rahim, adalah guru sudah berusaha sekuat tenaga mempersiapkan masa depan Sulsel dengan mendidik para generasi.

"Tapi semua itu tidak sejalan dengan tingkat kesejahteraannya. Itu akan sangat berisiko terhadap guru, makanya semua itu harus dipikirkan oleh Pemprov Sulsel," tutupnya.

Tags