Jumat, 29 Desember 2017 18:23 WITA

Universitas Hasanuddin Pertahankan Akreditasi A

Editor: Sulaiman Abdul Karim
Universitas Hasanuddin Pertahankan Akreditasi A

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Universitas Hasanuddin (Unhas) kembali berhasil mendapatkan akreditasi A dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT). Pengumuman ini keluar pada Kamis (27/12/2017) lalu. 

Kepala unit Humas Unhas Ishaq Rahman mengatakan akreditasi A yang didapatkan Unhas tahun ini sama dengan pencapaiannya di tahun 2013. Namun yang membedakan ialah skor yang diperolehnya jika pada tahun 2013 skornya mencapai 367, tahun ini Unhas mendapatkan skor akreditasi A hingga 379.

"Sebenarnya Unhas sudah berstatus akreditasi A sejak Februari 2013. Waktu itu skor-nya 367. Alhamdulillah, tahun ini hasilnya cukup memuaskan. Dengan tetap mempertahankan skor A. Bahkan dengan nilai yang lebih besar yaitu 379," kata Ishaq saat diwawancara Rakyatku.Com, Jumat (29/12/2017).

Nilai ini, kata Ishaq sama dengan nilai yang dimiliki UGM. Ia pun mengatakan untuk kelompok PTN, nilai akreditasi Unhas hanya kalah dari ITB.

Alumni doktoral HI di salah satu universitas Jepang ini juga mengatakan sejak bulan Agustus 2017, Unhas mulai mempersiapkan diri utk menghadapi reakreditasi. Tim ini dipimpin oleh Prof. Dr. Ir. Nasaruddin Salam, MT sebagai Koordinator Tim, dengan Ketua Tim adalah Dr. Prastawa Budi.

"Sejak itu, tim bekerja intensif untuk menyusun Borang Akreditasi sesuai standar yang ditetapkan oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT),"katanya. 

Ia juga mengatakan secara umum, Unhas memang telah memenuhi seluruh kriteria. Jadi tim tinggal mengumpulkan data dan melakukan kompilasi. Selain itu, Unhas juga memiliki beberapa asesor nasional. Sehingga, dapat dilakukan simulasi untuk mengetahui capaian.

Namun, Ishaq juga mengatakan akreditasi A yang didapatkan Unhas tidak mewakili akreditasi setiap prodi yang ada merah tersebut. Hal ini dikarenakan untuk mendapatkan akreditasi prodi, yang menjadi ujung tombak penyusunan Borang akreditasi ialah prodi masing-masing. 

"Berbeda, karena masa berlaku setiap prodi tidak sama. Selain itu, khusus untuk prodi, yang menjadi ujung tombak penyusunan Borang Akreditasi adalah prodi masing-masing," pungkas Ishaq.

Tags