Kamis, 07 Desember 2017 20:52 WITA

Berikut Syarat yang Dilewati 519 Kepala Sekolah Sulsel sebelum Dilantik

Editor: Adil Patawai Anar
Berikut Syarat yang Dilewati 519 Kepala Sekolah Sulsel sebelum Dilantik
Irman Yasin Limpo.

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo (SYL) resmi melantik 519 kepala sekolah SMA, SMK dan SLB di kantor Gubernur Sulsel pagi tadi, Kamis (7/12 /2017).

Untuk bisa sampai pada pelantikan , 519 kepala sekolah tersebut harus melewati beberapa rintangan yang diberikan oleh Disdik Sulsel sebagai penyelenggara.

Rintangan pertama yaitu calon kepala sekolah wajib memiliki Nomor Unit Kepala Sekolah (NUKS). Sebab jika tidak memiliki NUKS tersebut, maka calon kepala sekolah tersebut tidak bisa ikut seleksi.

Karena dalam tahap pertama ini, setiap Unit Pelaksana Teknis (UPT) akan mengusulkan nama-nama calon kepala sekolah untuk ikut seleksi. Sebab jika tidak memiliki, tidak bisa diusulkan oleh UPT.

Setelah UPT mengusulkan nama-nama calon kepala sekolah,  tim seleksi kepala sekolah akan melakukan verifikasi dari nama-nama yang diajukan oleh Unit Pelaksana Teknis (UPT) tersebut. 

"Jadi UPT yang mengajukan minimal tiga nama setiap sekolah. Kepala UPT harus memberi alasan kenapa nama-nama yang dimaksud diusulkan untuk ikut seleksi calon kepala sekolah," ujar Kadisdik Sulsel Irman Yasin Limpo. 

Selanjutnya tim seleksi menentukan parameter atau kriteria kepala sekolah untuk setiap sekolah di seluruh kabupaten/kota. Karena setiap kabupaten/kota berbeda kebutuhannya. Di khawatirkan, suatu sekolah tidak membutuhkan karakter kepala sekolah yang ditempatkan di sekolah suatu daerah.

"Setelah itu, akan dilakukan tes berbasis online yang digelar di sekolah masing-masing. Waktunya tidak ditentukan. Sehingga calon kepala sekolah harus stand by setiap saat untuk menerima informasi jadwal tes online. Waktu tes online kita tunggu rapat dulu," tuturnya. 

Setelah tes online, maka akan dijadwalkan kembali tahapan atau rintangan yang harus di lewat oleh calon kepala sekolah tersebut.

"Setelah tes online, akan dilakukan tes wawancara yang juga akan dilakukan secara online melalui video conference," tutupnya.

Dengan selesainya ditemukan ada 1.000 calon kepala sekolah yang ikut dalam proses seleksi tersebut, dan keluar lah ada 519 yang lolos seleksi selebihnya tidak lolos karena beberapa alasan salah satunya ada 76 calon kepala sekolah bermasalah hukum sehingga otomatis tidak diterima.