Kamis, 23 November 2017 19:11 WITA

Cerita Mahasiswa FKM UMI Usai Ikuti Pencerahan Qalbu di Padanglampe

Editor: Andi Chaerul Fadli
Cerita Mahasiswa FKM UMI Usai Ikuti Pencerahan Qalbu di Padanglampe

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Universitas Muslim Indonesia (UMI) terkenal sebagai salah satu kampus yang mengedepankan nilai keagamaan dalam setiap penerapan disiplin ilmu. Menciptakan mahasiswa yang berkualitas dalam sisi intelektual dan religius menjadi cita-cita kampus UMI sejak berdiri.

Salah satu upaya yang dilakukan pihak kampus untuk mencapai hal itu adalah dengan rutin menggelar kegiatan pencerahan qalbu untuk mahasiswa UMI di Pondok Pesantren Darul Mukhlisin, Padanglampe, Pangkep.

Ditemui di lobi FKM UMI, Kamis (23/11/2017), mahasiswa jurusan keperawatan angkatan 2017, Andi Masty Amirah berbagi cerita mengenai pengalaman yang ia dapatkan sewaktu mengikuti pencerahan qalbu. “Rasanya adem dan tenang, intinya suasana disana sangat menyenangkan,” ujarnya singkat.

Kurang lebih satu bulan mengikuti kegiatan pencerahan qalbu, ia mengaku banyak memperoleh pengetahuan baru. “Seperti perkuliahan tapi khusus membahas tentang keagamaan seperti Qalbu, Tafsir, dan Akidah,” ucapnya.

Salat Lail, Salat Tahajjud, Salat Tasbih, Khatam Quran hingga bangun pukul 3 subuh dan tidak tidur sampai malam merupakan rutinitas baru yang dialami Amirah selama mengikuti pencerahan kalbu layaknya satri pesantren.

“Tiga hari pertama jadi masa adaptasi. Awalnya berat sampai terlambat bangun, tapi lama kelamaan sudah jadi kebiasaan,” jelasnya.

Sementara, Shoffiyah yang juga merupakan peserta kegiatan mengaku ia banyak belajar untuk menjadi orang yang penyabar serta berbaur dengan mahasiswa dari fakultas lainnya. “Bersabar melayani teman, masing-masing dari kami punya tugas seperti misalnya mencuci tangan teman dan menyiapka makanan,” ungkapnya.

Kata dia selama berada di Padanglape, mereka diajarkan tentang berhijrah, menutup aurat, pentingnya menghargai orangtua, dan menghindari pacaran. “Kalau di kampus kami panggil Bapak Ibu Dosen, maka di Pesantren kami panggil Ayah Bunda, ini lebih kepada meningkatkan keakraban kami,” jelasnya.

Tags