Senin, 13 November 2017 16:48 WITA

Komisi E: Diklat Disdik Sulsel Clear, Silakan Dilanjutkan

Editor: Fathul Khair Akmal
Komisi E: Diklat Disdik Sulsel Clear, Silakan Dilanjutkan
Rapat dengar pendapat Komisi E DPRD Sulsel dengan Dinas Pendidikan Sulsel, Senin (13/11/2017).

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Ketua Komisi E DPRD Provinsi Sulsel, Kadir Halid mempersilakan Dinas Pendidikan Sulsel melanjutkan diklat yang akan berkontribusi bagi guru dan kepala TU sekolah.

Persoalan dan polemik yang sempat muncul ke publik telah clear setelah Kepala Dinas Pendidikan Sulsel, Irman Yasin Limpo menyambangi Komisi E DPRD Sulsel yang dipimpin Kadir Halid, dan  didampingi Wakil Ketua DPRD Sulsel, Syaharuddin Alrif.

"Baik, kesimpulan rapat dengar pendapat kita hari ini mempersilakan Dinas Pendidikan (Sulsel) melanjutkan diklat-diklat dengan kontribusi tersebut," kata Kadir sebelum menutup rapat.

Kadir bersama anggota komisi E lainnya telah memahami dan membenarkan penjelasan None, sapaan akrab Irman Yasin Limpo. Di hadapan anggota dewan yang terhormat, None menjelaskan bahwa kontribusi yang harus dipenuhi para guru merupakan kewajiban berdasarkan Perda dan Pergub yang telah diatur. 

Komisi E: Diklat Disdik Sulsel Clear, Silakan DilanjutkanIa juga menjelaskan bahwa nilai kontribusi sudah berdasarkan perarutan-peraturan yang ada.
Anggota Komisi E lainnya, Djafar Sodding juga mengapresiasi dan akhirnya bisa memahami kebijakan Disdik Sulsel mengenakan biaya diklat kepada para guru. 

Salah satu alasan mengapa Disdik menggenjot diklat karena fakta-fakta tes yang sudah dilakukan Disdik Sulsel menunjukkan kemampuan kompetensi guru masih rendah. Apalagi, kata None, beberapa tunjangan profesi yang guru terima sejatinya untuk peningkatan kompetensi dan profesionalitas mereka.

Anggota dewan juga memaklumi besaran kontribusi yang harus guru bayar setelah mendengar None mengingatkan bahwa usulan tahun depan pihak legislatif justru bertambah dari jumlah kontribusi tahun ini.

Sebelumnya berbagai pihak mengaku heran atas respon guru yang seolah-olah tak ingin mengeluarkan uangnya untuk mengikuti diklat peningkatan kompetensi. Ketua IGI Pusat Ramli Rahim dan Ketua PGRI menyatakan apa yang ditempuh Disdik sudah tepat.