Kamis, 02 November 2017 15:54 WITA

518 Kepala Sekolah Lolos Seleksi Mutasi

Editor: Fathul Khair Akmal
518 Kepala Sekolah Lolos Seleksi Mutasi
Kadisdik Sulsel, Irman Yasin Limpo

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Dinas Pendidikan (Disdik) Sulsel telah selesai melakukan seleksi mutasi kepala yang dilakukan selama beberapa bulan kemarin. Hasilnya, ada 518 kepala sekolah yang lolos seleksi mutasi kepala sekolah.

Nama 518 kepala sekolah tersebut sudah dikirim ke Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo (SYL) untuk diteken.

"518 kepala sekolah tersebut sudah termasuk di dalamnya kepala sekolah SMA/SMK dan Sekolah Luar Biasa (SLB). Dan SK-nya kita sudah sodorkan ke Pak Gub (SYL)," ujar Kadisdik Sulsel, Irman Yasin Limpo, Kamis (2/11/2017).

Katanya, nama-nama kepala sekolah yang lolos tersebut telah dikonsultasikan ke BKD. Sehingga sudah bisa dikirim ke Gubernur. Sementara terkait dengan pelantikannya, pihaknya belum memikirkan.

"Sementara hasil dari seleksi kepala sekolah tersebut betul-betul murni dari pnitia seleksi," katanya.

518 Kepala Sekolah Lolos Seleksi MutasiSebelumnya, Irman Yasin Limpo mengatakan, dalam mutasi yang akan dilakukannya tersebut, kepala sekolah tidak akan ditempatkan di daerah remote area seperti pulau terluar, daerah terpencil. 

None sapaan akrab Irman Yasin Limpo, mengungkapkan jika mutasi ini dilakukan untuk menentukan sosok yang tepat  menduduki posisi kepala sekolah di suatu daerah. Selain itu, mutasi ini juga untuk penyegaran dan mengetahui apakah seorang kepala sekolah di sekolah ideal untuk dipindahkan ke sekolah baru.

"Kita sudah membentuk tim seleksi yang berjumlah tujuh orang, yang akan melakukan tes terhadap para calon kepala sekolah," ujar Irman Yasin Limpo. 

Dalam tahap pertama, tim seleksi akan melakukan verifikasi dari nama-nama yang diajukan oleh Unit Pelaksana Teknis (UPT). Karena setiap UPT dapat mengajukan nama-nama calon kepala sekolah setiap SMA/SMK. Dalam satu sekolah, tiga nama bisa diusulkan dengan catatan sudah mengantongi Nomor Unit Kepala Sekolah (NUKS).

"Jadi UPT yang mengajukan minimal tiga nama setiap sekolah. Kepala UPT harus memberi alasan kenapa nama-nama yang dimaksud diusulkan untuk ikut seleksi calon kepala sekolah," katanya. 

Selanjutnya tim seleksi menentukan parameter atau kriteria kepala sekolah untuk setiap sekolah di seluruh kabupaten/kota, karena setiap kabupaten/kota berbeda kebutuhannya.

"Setelah itu, akan dilakukan tes berbasis online yang digelar di sekolah masing-masing. Waktunya tidak ditentukan. Sehingga calon kepala sekolah harus stand by setiap saat untuk menerima informasi jadwal tes online," jelasnya.