Rabu, 01 November 2017 20:00 WITA

Dubes Australia Temui Tokoh Perempuan Islam Sulsel

Editor: Ibnu Kasir Amahoru
Dubes Australia Temui Tokoh Perempuan Islam Sulsel

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Dubes Australia untuk Perempuan dan Remaja Putri, Dr. Sharman Stone berkunjung ke Kota Makassar, Rabu (1/11/2017). 

Salah satu agendanya di Makassar yakni, bertemu dengan sepuluh tokoh pemimpin perempuan Islam di wilayah Sulsel yang merupakan alumni Australia Leadership Program for Mslim Women Leaders di Deakin University Melbourne yang diselanggarakan beberapa waktu lalu.

Sharman Stone mengatakan, Australia bekerjasama dengan pemerintah Indonesia dalam mendorong partisipasi perempuan dalam kepemimpin, pemberdayaan ekonomi perempuan dan mengakhiri kekerasan terhadap perempuan.  

"Dalam meningkatkan kapasitas perempuan dalam berbagai bidang, perempuan tidak bisa bekerja sendiri, perempuan perlu bekerjasama dan memperoleh dukungan dari mitra kerjanya, yaitu para laki-laki," kata Sharman Stone saat menghadiri pertemuan yang diadakan di Gedung Islamic Centre IMMIM.

Dubes Australia Temui Tokoh Perempuan Islam Sulsel

Sementara itu, Konsul Jendral Australia di Makassar, Richard Mathews mengungkapkan, kunjungannya tersebut merupakan kesempatan berharga untuk membahas bagaimana Australia dapat terus bekerjasama dengan mitra di Indonesia bagian timur. 

"Kerjasama ini dapat meningkatkan partisipasi perempuan dan keluarganya dalam mengakses berbagai layanan kemasyarakat, termasuk perekonomian, pendidikan dan kesehatan," ungkap Richard Mathews.

Seperti diketahui, sepuluh pemimpin perempuan muslim Sulsel ini antara lain, Rektor UMI Prof. Masrurah Mokhtar, Rektor UIM Majdah Agus Arifin Nu’mang, Amrah Kasim dosen IMMIM/UIN Alauddin, Prof. Syamsudduha dosen IMMIM/UIN Alauddin, Nur Fadjri Fadeli Luran petinggi IMMIM, Nurhayati Azis Ketua PW Aisyiyah Sulsel, Setyawati dosen UMI, Nurjannah Abna dosen UMI, Nurlinda Azis PW Aisyiyah, dan Yuspiani Naro Kemenag Sulsel.

Tak lupa, kesepuluh Alumni Australia Leadership Program for Muslim Women Leaders mengungkapkan, kesempatan untuk mengikuti leadership training di Australia adalah pengalaman yang sangat berharga yang bisa digunakan dalam ikut memecahkan masalah-masalah yang dihadapi kaum perempuan.