Selasa, 31 Oktober 2017 15:47 WITA

Bosowa Semen-Unibos Bangun Jiwa Wirausaha dengan Seminar Nasional

Editor: Al Khoriah Etiek Nugraha
Bosowa Semen-Unibos Bangun Jiwa Wirausaha dengan Seminar Nasional

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Semen Bosowa konsisten terhadap program Corporate Social Resposibility (CSR), termasuk di bidang pendidikan. Salah satunya dengan mewujudkan kegiatan Goes To Campus yang menggandeng Universitas Bosowa 45 dalam menggelar kegiatan Seminar Nasional, di Balai Sidang 45, Selasa (31/10/2017).

Ratusan mahasiswa dari berbagai universitas di Makassar, hadir dalam event akbar tersebut. Bukan hanya mahasiswa, masyarakat umum pun nampak antusias dalam mengikuti kegiatan  ini. Karena tema yang diangkat sangat relevan dengan keadaan saat ini. 

Adapun tema besar yang diusung adalah 'Enterprenurship dan Ekonomi Kreatif', dengan pemateri CEO Kalla Otomotive Hariyadi Kaimuddin, Deputi Fasilitasi Hak Kekayaan Intelektual dan Regulasi, Bekraf,  Ari Juliano Gema, Founder Sahabat Alam Adeline Tiffanie dan Pegiat film Andreuw Parinussa.

Managing Director Bosowa Semen, Rachmat Kaimuddin mengatakan, Kerjasama Bosowa Semen dan Unibos ini telah tertuang dalam MoU yang ditandatangani per 4 September 2017 lalu.

"Sebagai tindak lanjutnya, pada hari ini dilaksanakan Seminar Kewirausahaan dan Kreativitas untuk generasi muda sebagai program perdana Bosowa Semen Goes to Campus," ungkapnya. 

Bosowa Semen-Unibos Bangun Jiwa Wirausaha dengan Seminar NasionalDia mengatakan, membangun negeri itu bukan hanya infrastruktur tapi juga sumber daya manusia. Sebagai salah satu industri terbesar di Indonesia Timur, Bosowa Semen merasa ikut mempunyai tanggung jawab sosial (social responsibility) meningkatkan kualitas SDM yang terbilang masih rendah.

"Salah satunya meningkatkan semangat berwirausaha dan kreativitas," katanya. 

Sementara itu, Rektor Universitas Bosowa, Prof Saleh Pallu mengatakan, tujuan dari kegiatan Bosowa Semen Entrepreneur Series adalah untuk mengembangkan kompetensi dan karakter generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga mempunyai karakter yang berkualitas.

"Yaitu inisiatif, peduli, dan positive attitude. Tujuan kedua adalah mengembangkan kemampuan dan kemauan entrepreneurship di kalangan generasi muda khususnya mahasiswa sejak di bangku kuliah," katanya.