Kamis, 26 Oktober 2017 14:22 WITA

Didemo Lagi Mahasiswanya, Ketua STAIN Parepare Angkat Bicara

Editor: Fathul Khair Akmal
Didemo Lagi Mahasiswanya, Ketua STAIN Parepare Angkat Bicara

RAKYATKU.COM, PAREPARE - Aksi unjuk rasa kembali dilakukan ratusan mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kota Parepare, Kamis (26/10/2017). 

Aksi dimulai dengan melakukan bakar ban dan melakukan sweeping di sejumlah ruangan perkuliahan, dan berakhir di belakang Gedung Rektorat dengan membakar keranda mayat.

"Kita menuntut Ketua STAIN Parepare untuk mundur dari jabatannya. Karena melakukan penghinaan kepada salah satu mahasiswa yang memiliki latar belakang ekonomi lemah, dan mengekang demokrasi di kampus dengan melarang kegiatan malam. Olehnya itu kami akan terus melakukan aksi hingga tuntutan kami dipenuhi," tegas Koordinator Lapangan aksi, Mubarak.

Sementara itu, Ketua STAIN Parepare, Ahmad S Rustan membantah tudingan para mahasiswa. Dia melakukan penjelasn secara rinci terkait tudingan yang dianggap fitnah tersebut.

“Kita mengunjungi orangtua mahasiswa yang bersangkutan, untuk bersilaturahmi langsung. Sebelumnya mahasiswa ini mengeluarkan pernyataan-pernyataan kasar yang ditujukan kepada saya. Sehingga dirasa perlu untuk menyampaikan kepada orangtuanya agar tidak mengulangi hal itu. Namun ternyata diulangi beberapa kali,” urai Ahmad saat ditemui di ruang kerjanya.

Didemo Lagi Mahasiswanya, Ketua STAIN Parepare Angkat BicaraDia bahkan menyebut mengantongi bukti-bukti prilaku mahasiswa tersebut. “Buktinya ada. Sekarang dipegang oleh Dewan Kode Etik STAIN,” tambahnya.

Ahmad membenarkan bahwa orangtua mahasiswa ini menangis. Namun bukan karena diolok-olok sebagaimana kabar yang berkembang. Namun karena tidak menyangka dengan prilaku anaknya. 

“Tidak masuk akal saya sengaja datang untuk mengolok-olok orangtua mahasiswa,” tegasnya.

Setelah beberapa waktu, mahasiswa tersebut mengulangi kembali perbuatannya. Akhirnya, mahasiswa ini dijatuhi sanksi penangguhan nilai KKN dan pemutusan beasiswa bidikmisi. 
“Seharusnya langsung diskorsing. Namun kami tidak sampai hati melihat kondisinya,” bebernya.

Ahmad menambahkan, terkait larangan kegiatan kampus di malam hari, hanya sebatas pembatas jam saja.

"Itu juga berdasarkan aduan dari orang tua mahasiswa. Dan atas pertimbangan tersebut kami membatasi kegiatan malam hanya sampai pada jam tertentu, apa lagi kan kampus kita ini berbasis Islam," kata dia.