Selasa, 03 Oktober 2017 16:30 WITA

Disdik Sulsel Segera Umumkan Hasil Seleksi Mutasi Kepala Sekolah

Editor: Adil Patawai Anar
Disdik Sulsel Segera Umumkan Hasil Seleksi Mutasi Kepala Sekolah
irman Yasin Limpoo.

RAKYATKU.COM, MAKASSAR -  Dinas Pendidikan (Disdik) Sulsel akan mengumumkan hasil seleksi mutasi kepala sekolah yang telah dilakukannya selama beberapa bulan belakangan ini. 

Hasil seleksi mutasi kepala sekolah tersebut akan diumumkan dalam waktu dekat, setelah nama-nama kepala sekolah yang lolos dalam pleno tahap kedua dan sudah disahkan oleh Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo (SYL). 

"Plenonya kan ada dua kali, pleno pertama tentang membahas tentang nilai kepala sekolah tersebut, pleno kedua membahas tentang nama-nama kepala sekolah yang lolos, setelah pleno ke dua akan di ajukan ke Gubernur," ujar Kadisdik Sulsel, Irman Yasin Limpo saat ditemui di kantornya, Selasa (3/10/2017). 

Ia melanjutkan, pleno pertama telah selesai, dan hari ini direncanakan akan mengadakan pleno kedua yang membahas tentang nama-nama kepala sekolah yang lolos. 

"Tapi tidak akan berlangsung kalau belum saya tandatangani, jadi mungkin agak molor sedikit, intinya bulan ini sudah keluar nama-namanya," katanya. 

Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Sulsel Irman Yasin Limpo mengatakan, dalam mutasi yang akan dilakukannya tersebut, kepala sekolah tidak akan ditempatkan di daerah remote area seperti pulau terluar, daerah terpencil salah satunya daerah Seko.

None sapaan akrab Irman Yasin Limpo, mengungkapkan jika mutasi ini dilakukan untuk menentukan sosok yang tepat  menduduki posisi kepala sekolah di suatu daerah. Selain itu, mutasi ini juga untuk  penyegaran dan mengetahui apakah seorang kepala sekolah di sekolah ideal untuk dipindahkan ke sekolah baru.

"Kita sudah membentuk tim seleksi yang berjumlah tujuh orang yang akan melakukan tes terhadap para calon kepala sekolah," ujar Irman Yasin Limpo. 

Dalam tahap pertama tim seleksi akan melakukan verifikasi dari nama-nama yang di ajukan oleh Unit Pelaksana Teknis (UPT). Karena setiap UPT dapat mengajukan nama-nama calon kepala sekolah setiap SMA/SMK.  Dalam satu sekolah, tiga nama bisa diusulkan asal mengantongi Nomor Unit Kepala Sekolah (NUKS).

"Jadi UPT yang mengajukan minimal tiga nama setiap sekolah. Kepala UPT harus memberi alasan kenapa nama-nama yang dimaksud diusulkan untuk ikut seleksi calon kepala sekolah," katanya. 

Selanjutnya tim seleksi menentukan parameter atau kriteria kepala sekolah untuk setiap sekolah di seluruh kabupaten/kota, karena setiap kabupaten/kota berbeda kebutuhannya.

"Setelah itu, akan dilakukan tes berbasis online yang digelar di sekolah masing-masing. Waktunya tidak ditentukan. Sehingga calon kepala sekolah harus stand by setiap saat untuk menerima informasi jadwal tes online. Waktu tes online kita tunggu rapat dulu," tuturnya. 

"Setelah tes online, akan dilakukan tes wawancara yang juga akan dilakukan secara online melalui video conference," tambahnya.