19 September 2017 18:25 WITA

MWA Unhas Terdiri dari Empat Kategori

Editor: Adil Patawai Anar
MWA Unhas Terdiri dari Empat Kategori

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Beralihnya status Unhas menjadi PTN BH mempengaruhi mekanisme pemilihan Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas) periode 2018-2022 yang dipastikan mengalami perubahan. Hadirnya Majelis Wali Amanat (MWA) yang mengendalikan semua mekanisme pemilihan menjadi faktor utama pembeda pemilihan tersebut. 

Koordinator Humas Unhas sekaligus Humas Panitia Pemilihan Rektor, Ishaq Rahman mengatakan, MWA Unhas berjumlah 18 orang. Adapun ketua MWA Pemilihan Rektor ialah Basri Hasanuddin, mantan rektor Unhas.

"Di majelis wali amanat nanti yang memutuskan tiga nama ini siapa yang menjadi rektor. MWA ini hanya ada 19 orang. Tetapi untuk di Unhas hanya ada 18 orang karena sekarang di Unhas belum ada ketua BEM universitas (yang menjadi anggota MWA)," ujar Ishaq Rahman saat diwawancara Rakyatku.Com, Selasa (19/9/2017).

Ishaq menjelaskan, MWA Unhas terdiri dari empat kategori. Empat kategori itu masing-masing jabatan, tokoh masyarakat, perwakilan dosen yang dipilih senat akademik, dan perwakilan Staff Unhas. 

Kategori jabatan terdiri dari Menristek Dikti, Gubernur Sulawesi Selatan, Rektor Unhas, Ketua Senat Akademik, dan Ketua IKA Unhas. Sedangkan dari Tokoh Masyarakat diwakili Mantan Menteri Perdagangan Gita Wirjawan, Mantan Dirut BRI Asmawi Syam, dan Mantan Dubes RI yang juga mantan rektor Unhas, Basri Hasanuddin. 

Selanjutnya dua kategori lainnya terdiri dari delapan perwakilan dosen yang dipilih oleh senat akademik dan dua perwakilan staff/pegawai sipil Unhas. 

"Menristek punya suara sebanyak 35% dari 18 anggota MWA itu. Pemilihan rektor nantinya bisa cara mufakat atau pemungutan suara," lanjut Ishaq. 

Saat ini pendaftaran bakal calon rektor Unhas masih terbuka. Proses pendaftaran ini masih berlangsung hingga 20 Oktober mendatang. Adapun pemilihan rektor akan dilaksanakan pada April 2018 mendatang.