16 September 2017 16:37 WITA

10 Perempuan Muslim Sulsel Ikuti Short Term Australia Award

Editor: Ibnu Kasir Amahoru
10 Perempuan Muslim Sulsel Ikuti Short Term Australia Award

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Sepuluh tokoh perempuan Islam asal Sulsel bersama dengan 20 tokoh dari daerah lain bertolak ke Melbourne, Australia, Jumat (15/9/2017) waktu setempat. Mereka merupakan utusan dari Indonesia untuk mengikuti Short Term Australia Award, di Deakin University Melbourne.

Kepala Humas Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, Nurjannah Abna mengatakan, kegiatan yang akan berlangsung selama dua minggu tersebut, akan diisi dengan melakukan study di Deakin University Melbourne yang diterima oleh Anggota Parlemen Australia di Canberra dan mengunjungi Sydney.

"Selain itu, kegiatan itu juga diprakarsai oleh Kedutaan Besar Australia di Indonesia, yang bertujuan untuk memberikan perspektif kepemimpinan dan memperluas jaringan para pemimpin wanita muslimah," kata Nurjannah Abna, (16/9/2017).

Ia menambahkan, sebagai bentuk persiapan, 30 tokoh perempuan Islam tersebut telah mengikuti leaderhip training pada tanggal 14 hingga 16 Agustus, di Hotel Four Point Makassar.

Nurjannah Abna yang juga berprofesi sebagai dosen UMI tersebut, mengaku sangat bersyukur karena terpilih sebagai salah seorang peserta short time Australia Award. 

"Hal ini merupakan suatu kebahagiaan karena dapat meningkatkan kapasitas kepemimpinan dan tentunya meningkatkan kemampuan dalam pemberdayan perempuan islam khususnya dan masyarakat Indonesia pada umumnya," tambahnya.

Lebih lanjut, ia menambahkan, sepuluh peserta program dari Sulsel ini, beberapa diantaranya berasal dari UMI, yaitu Rektor UMI, Prof Masrurah Mokhtar, Dosen Fakultas Ekonomi, Nurhayati Azis, Dosen Fakultas Sastra/Ka Humas UMI, Nurjannah Abna, Dosen Fakultas Teknik, Industri Setyawati, dan alumni Fakultas Pertanian, Nur Fadjri.

Menurut Nurjannah, progam tersebut merupakan salah satu bentuk dukungan Australia dalam meningkatkan memantapkan para pemimpin perempuan, dalam pengambilan keputusan dan kapasitas kepemimpinan perempuan di sektor pendidikan, sosial dan kemasyarakatan. 

"Para peserta Short Award ini wajib melakukan program dalam mengembangkan rencana untuk membahas akses dan sistem yang mampu memperluas pemberdayaan kaum perempuan dalam semua aspek pembangunan," tukasnya.