Kamis, 14 September 2017 18:25 WITA

Larangan Maba UNM Berorganisasi Tak Akan Dicabut

Editor: Fathul Khair Akmal
Larangan Maba UNM Berorganisasi Tak Akan Dicabut

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Rektor Universitas Negeri Makassar, Prof Husain Syam menegaskan, tidak akan mencabut surat edaran yang melarang mahasiswa baru (maba) untuk berorganisasi. Hal ini ia ungkapkan, saat menemui mahasiswa aksi yang menuntut surat edaran tersebut dicabut, Kamis (14/9/2017).

"Saya apresiasi mahasiswa yang sudah kritis terhadap kebijakan-kebijakan yang ada. Saya bangga karena mahasiswa tetap kritis. Tapi surat edaran ini tetap tidak akan saya cabut," ujar Husain Syam.

Ia khawatir, mahasiswa baru yang berorganisasi, maka akademiknya bisa terhambat. Apalagi saat ini mahasiswa baru terikat dengan aturan akademik. Aturan ini menyebutkan bahwa hingga semester 3, mahasiswa baru harus mencapai 30 SKS. Jika tidak mencapai jumlah tersebut, maka mahasiswa tersebut terancam DO. 

"Saya tidak melarang berorganisasi. Tapi untuk maba saat ini terikat aturan akademik dimana sampai semester 3 harus lulus sebanyak 30 SKS. Kalau tidak maka ia akan di DO (Drop Out). Jangan sampai berorganisasi lalu akademiknya terlupakan," tambahnya. 

Husain melanjutkan, mahasiswa baru saat ini diberikan beban flat (rata) dimana jumlah SKS mahasiswa baru di semester 1 dan 2 masing-masing berjumlah 24. Hal ini membuat Husain beranggapan jika mahasiswa baru harus mengutamakan kegiatan akademiknya dibanding kegiatan berorganisasi. 

Sebelumnya, ratusan Mahasiswa UNM yang tergabung dalam aliansi Orange Menggugat menggelar aksi demo menuntut rektor mencabut surat edarannya bernomor 3883/UN36/TU/2017 yang melarang mahasiswa baru mengikuti segala aktivitas organisasi, di pelataran UNM Jl AP Pettarani.

Aksi ini diwarnai dengan pembakaran ban dan sejumlah surat edaran di pelataran Gedung Phinisi UNM. 

Tags