Senin, 11 September 2017 13:53 WITA

STAIN Parepare Bersiap Alih Status Menjadi IAIN

Editor: Fathul Khair Akmal
STAIN Parepare Bersiap Alih Status Menjadi IAIN

RAKYATKU.COM, PAREPARE - Prosposal perubahan bentuk atau transformasi STAIN Parepare menjadi IAIN Parepare, yang telah diajukan pada tahun 2014 lalu, akhirnya digubris. STAIN Parepare divisitasi oleh beberapa perwakilan dari 3 kementerian RI,  Minggu (10/9/2017) kemarin.

Tim visitasi yang berasal dari Jakarta ini, terdiri dari beberapa perwakilan kementerian. Seperti Hanung Bahyono (Asisten Deputi Pengembangan Manusia dan Kebudayaan Kementerian Sekretariat Negara), Afrizal Zen (Biro Ortala Sekretariat Jenderal Kementerian Agama), dan Muji Budda’Wah, (Kepala Bidang Agama Pendidikan Riset dan Teknologi Kementerian Sekretariat Negara), dan Deriansyah Rizki Siregar (Kepala Sub Bidang Agama dan Pendidikan Kementerian Sekretariat Negara). 

Visitasi ini dilakukan, guna melihat kesesuaian data yang ada di proposal, serta kelayakan STAIN Parepare bertransformasi menjadi IAIN Parepare.

Dalam catatan tertulis yang diterima Rakyatku.com, tim visitasi langsung melakukan peninjauan terhadap fasilitas yang ada di STAIN Parepare, seperti laboratorium bahasa. Hanung Cahyono mengatakan, tolok ukur penilaian adalah bagaimana konsepnya, rasio dosen dan mahasiswa, serta ketersediaan laboratorium. 

“Kita akan coba melakukan penilaian lebih lanjut, kita akan melihat bersama dengan kementerian pusat. Kami lihat positif, banyak hal-hal yang sesuai dengan apa yang diusulkan dan apa yang tertulis," katanya.

STAIN Parepare Bersiap Alih Status Menjadi IAINUsai melakukan peninjauan fasilitas yang ada di kampus STAIN Parepare, tim visitasi menghadiri  Focus Group Discussion di Aula Serbaguna STAIN Parepare. Kegiatan ini dihadiri oleh ketua DPRD Kota Parepare, Ketua MUI Kota Parepare, tokoh pendidikan, tokoh agama, alumni STAIN Parepare, dan segenap civitas akademik STAIN Parepare.

Kegiatan ini dibuka langsung oleh perwakilan Pemkot Pare-pare. Sementara itu, Asisten I Kota Parepare, Rusman Rahman mengatakan, transformasi ini sangat penting untuk mengembangkan fasilitas atau pengembangan kajian atau keilmuan yang berbasis Islam. Langkah positif yang harus ditempuh adalah melalui transformasi menjadi IAIN.

Ketua STAIN Parepare, Ahmad S Rustan sekaligus moderator dalam Focus Group Diccussion ini berharap, kegiatan ini dapat membantu percepatan terbitnya peraturan presiden (PERPRES) setelah melihat beberapa proses yang telah disampaikan.