Jumat, 25 Agustus 2017 07:54 WITA

Disdik Sulsel Siap-siap Mutasi Kepala Sekolah

Editor: Fathul Khair Akmal
Disdik Sulsel Siap-siap Mutasi Kepala Sekolah
Kepala Dinas Pendidikan Sulsel, Irman Yasin Limpo

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Dinas Pendidikan (Disdik) Sulsel kembali berencana akan melakukan mutasi kepala sekolah tingkat SMA/sederajat se-Sulsel.

Namun, Kepala Dinas Pendidikan Sulsel, Irman Yasin Limpo memberi catatan dalam mutasi yang akan dilakukannya tersebut. Yakni, kepala sekolah tidak akan ditempatkan di daerah remote area seperti pulau terluar dan daerah terpencil.

None sapaan akrab Irman Yasin Limpo mengungkapkan, mutasi ini dilakukan untuk menentukan sosok yang tepat menduduki posisi kepala sekolah di suatu daerah. Selain itu, mutasi ini juga untuk  penyegaran dan mengetahui apakah seorang kepala sekolah di sebuah sekolah ideal untuk dipindahkan ke sekolah yang baru.

"Kita sudah membentuk tim seleksi yang berjumlah tujuh orang, yang akan melakukan tes terhadap para calon kepala sekolah," ujar Irman Yasin Limpo. 

Disdik Sulsel Siap-siap Mutasi Kepala SekolahDalam tahap pertama, tim seleksi akan melakukan verifikasi dari nama-nama yang diajukan oleh Unit Pelaksana Teknis (UPT). Karena setiap UPT, dapat mengajukan nama-nama calon kepala sekolah dari setiap SMA/SMK. Satu sekolah, tiga nama bisa diusulkan asal mengantongi Nomor Unit Kepala Sekolah (NUKS).

"Jadi UPT mengajukan minimal tiga nama setiap sekolah. Kepala UPT harus memberi alasan kenapa nama-nama yang dimaksud diusulkan untuk ikut seleksi calon kepala sekolah," katanya. 

Selanjutnya, tim seleksi menentukan parameter atau kriteria Kepala Sekolah untuk setiap sekolah di seluruh kabupaten/kota. Karena setiap daerah di Sulsel, berbeda kebutuhan kepala sekolahnya.

"Setelah itu, akan dilakukan tes berbasis online yang digelar di sekolah masing-masing. Waktunya tidak ditentukan. Sehingga calon kepala sekolah harus stand by setiap saat untuk menerima informasi jadwal tes online. Waktu tes online kita tunggu rapat dulu," tuturnya. 

"Setelah tes online, akan dilakukan tes wawancara yang juga akan dilakukan secara online melalui video conference," tambahnya. 

None pun mengungkapkan, jika tahapan tersebut dilakukan berdasarkan Permen No.28. "Makanya tidak tertutup kemungkinan ada kepala sekolah SMA di Makassar dipindahkan ke Selayar, begitupun sebaliknya. Itu tergantung uji kelayakan dari proses seleksi yang dilakukan," pungkasnya.