Kamis, 24 Agustus 2017 04:00 WITA

Wow, Sekolah SD di Pangkep Gunakan Metode Dongeng

Editor: Ibnu Kasir Amahoru
Wow, Sekolah SD di Pangkep Gunakan Metode Dongeng

RAKYATKU.COM - Sebuah Sekolah Dasar (SD) di Pangkep, murid tidak hanya belajar ilmu umum, namun juga agama hingga tahfidz Quran. Sekolah yang baru berdiri sekitar dua tahun lalu ini, pun diminati banyak orang tua di Pangkep karena matode yang digunakan.

Ketua Yayasan SD IT Al-Hikmah Pangkep, Sarfia Farid Emsil mengatakan, pembeda SD IT dengan sekolah lainnya terletak pada metode pembelajaran yang digunakan. Di sekolah ini kata Sarfia, lebih banyak menggunakan pendekatan karakter.

"Yang paling menonjol adalah pendidikan karakter yang kita gunakan. Kita mencoba memadukan pendidikan pola asuh rumah dan pola asuh sekolah, salah satunya dengan metode dongeng," kata Sarfia, Rabu (23/8/2017).

Selain memiliki guru dongeng sendiri, sekolah yang terletak di Jalan Andi Mauraga, Kecamatan Pangkajene ini juga sesekali menghadirkan pendongeng professional, sebut saja Heru, pendongeng asal Makassar yang sudah dikenal ditingkat nasional. 

"Sudah dua kali Kak Heru datang kesini mendongeng di depan anak anak," ujar Sarfia.

Sarfia menjelaskan, sekitar 80 murid terdaftar di sekolah ini. 56 anak terbagi antara kelas 1 dan 2. Sisanya masih duduk dibangku Paud. 4 diantara murid tersebut merupakan anak autis. "Disini kita lebih pada melihat potensi anak, bahkan anak autis sekalipun, bisa jadi memiliki potensi tertentu yang dapat dikembangkan," jelasnya.

Di sekolah ini kata Sarfia, selain ilmu umum, anak didik juga diminta belajar Alquran. Umumnya anak didik membaca Alquran setelah salat jamaah. "Anak anak juga kita ajari tahfidz, dengan menggunakan metode wafah, yang lebih mengedepankan pengembangan otak kanan," jelas Sarfia.

Di sekolah ini kata Sarfia, juga menerapkan sistem full day school. Dimana murid baru pulang sekitar jam satu siang, setiap hari, selama lima hari dalam seminggu. Namun pendekatan yang diambil sekolah ini ternyata mampu menarik perhatian banyak orang tua di Pangkep. Walaupun dari segi pembiayaan, sekolah swasta ini menarik iuran kepada murid untuk gaji para guru. 

"Ada kebijakan pemerintah maupun tidak kita akan tetap menerapkam sistem full day school. Anak anak belajar selama lima hari, Hari Sabtu khusus pendidikan ekstrakurikuler.  Bahkan tingkat tiga nanti, anak anak baru akan pulang setelah sholat ashar," ungkap Sarfia.

Tidak hanya dari warga sekitar, bahkan murid juga banyak berasal dari Kecamatan Minasatene, Bungoro, Labakkang, apalagi Pangkajene.

Tags