09 August 2017 15:20 WITA

Tolak Sistem Full Day School, PKB Temui Bupati Maros

Editor: Ibnu Kasir Amahoru
Tolak Sistem Full Day School, PKB Temui Bupati Maros

RAKYATKU.COM, MAROS - Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Maros menolak keras rencana Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memberlakukan sekolah delapan jam dan lima hari atau Full Day School (FDS) di Kabupaten Maros dengan alasan apapun.

Ketua DPC PKB Maros, Havid S. Pasha mengatakan, penolakan itu setelah mendengar masukan dari sejumlah tokoh masyarakat, dari kalangan pesantren, warga Nahdliyin dan kader PKB. Mereka menolak kebijakan yang digulirkan Mendikbud, Muhadjir Effendy.

“Kita mendengar dan mengikuti aspirasi rakyat agar mencabut kebijakan Full Day School (FDS). PKB Menolak FDS, karena ini hal prinsip bagi masyarakat dan warga nahdliyin," kata Havid, Rabu (9/8/2017).

Anggota DPRD Maros ini mengatakan, FDS berpotensi merusak eksistensi madrasah, dan tidak sesuai dengan model dan karakter pendidikan yang sudah membumi di Indonesia.

Madrasah sendiri adalah instansi pendidikan warisan beberapa tokoh dan ulama bangsa. Beberapa ulama serta orang-orang menyatu membuat instansi pendidikan untuk mengajarkan pendidikan agama, karakter serta ciri-khas pada warganya.

"Inspirasi FDS ini tidak cocok, negara ini kuat atas tokoh dan ulama yang melalui dan mendirikan program pendidikan madrasah diniyah," tambah Havid.

Menurunya, penolakan FDS ini menjadi kebijakan PKB secara nasional yang menginstruksikan kepada kader Fraksi PKB di kabupaten dan kota di seluruh Indonesia untuk berkomunikasi dengan pemerintah daerah, dengan harapan agar pemerintah daerah membatalkan kebijakan FDS tersebut.

Sementara itu Bupati Maros, HM Hatta Rahman mengatakan secara aturan tidak bisa ditolak. Hanya saja kata dia, pemerintah harus melihat kesiapan sekolah di daerah masing-masing.

"Ada beberapa pertimbangan jika Full Day School diterapkan. Mulai dari sarananya hingga standar sekolahnya," kata Hatta Rahman.

Dia mencontohkan, jika  Full Day School diterapkan,maka akan ada tambahan biaya untuk anak-anak sekolah. "Makan siangnya tentu harus disiapkan. Kalau tidak disiapkan berarti mereka bawa sendiri dan kembali lagi ke biayanya," jelasnya.

Selain itu kata dia, sekolah harus betul-betul memenuhi standar. Misalnya ruangan ber AC, dan gurunya sudah memadai. Sedangkan selama ini persoalan kekurangan guru kerap terjadi meski guru di Maros sudah mencapai 3000 an tenaga guru.