Minggu, 30 Juli 2017 08:00 WITA

Ini Langkah Pemerintah Berdayakan Ekonomi Pesantren

Editor: Andi Chaerul Fadli
Ini Langkah Pemerintah Berdayakan Ekonomi Pesantren
Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Ahmad Zayadi (foto: humas Kemenag)

RAKYATKU.COM - Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Ahmad Zayadi mengatakan bahwa Kementerian Agama (Kemenag) terus berupaya memberdayakan ekonomi pondok pesantren. Agar pendidikan asli Indonesia ini tidak hanya fokus mencetak santri yang menguasai ilmu agama.

Tetapi juga membidani lahirnya wirausahawan yang berkontribusi mendongkrak perekonomian bangsa dan negara.

Ahmad Zayadi menjelaskan bahwa ada dua kebijakan pemberdayaan ekonomi pesantren yang diambil Kemenag.

Pertama, bekerjasama dengan BKPM (Badan Koordinasi Penanaman Modal) dan Kementerian Perindustrian dalam pengembangan kawasan industri melalui penyiapan tenaga kerja terampil lulusan pondok pesantren, serta sinkronisasi kawasan industri dan kawasan religius.

Kedua, Kemenag bersama Bank Indonesia (BI) mengembangkan kerjasama kemitraan dalam pemberdayaan ekonomi pesantren sekaligus penguatan ekonomi syariah. Untuk kemitraan ini, Kemenag telah menyiapkan template inkubasi bisnis untuk pesantren, roadmap virtual market produk pesantren, pelatihan usaha, dan festival produk pesantren.

“Program-program tersebut juga sangat relevan dengan salah satu ruhul ma’had, yaitu jiwa kemandirian,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki mendorong agar semangat kewirausahaan kaum santri dapat terus ditumbuhkan. Menurutnya, jumlah wirausahawan saat ini baru  1,65% dari total penduduk Indonesia.

“Indonesia masih kalah jauh dibandingkan negara di kawasan Asia Tenggara lain seperti Singapura (7%), Malaysia (5%), dan Thailand (3%),” tuturnya.