Jumat, 14 Juli 2017 23:12 WITA

Mereka Puas dengan PPDB Online Disdik Sulsel

Editor: Almaliki
Mereka Puas dengan PPDB Online Disdik Sulsel
Irman Yasin Limpo

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Apresiasi positif pelbagai kalangan atas penyelenggaraan seleksi penerimaan siswa baru SMA dan SMK di Sulsel, terus mengalir. Kali ini berasal dari wakil rakyat.

Anggota DPRD Sulsel dari Partai Amanat Nasional (PAN), Irfan AB secara khusus memberi selamat atas kesuksesan penyelenggaraan PPDB (penerimaan peserta didik baru) secara daring yang digelar Disdik Sulsel.

Anggota Komisi E ini memuji konsistensi para perangkat penyelenggara seleksi dalam menjalankan regulasi dengan ketat tanpa intervensi pihak mana pun.

"Luar biasa ya. Kita sama-sama sudah mendengar soal tekanan ke Disdik gara-gara hal ini (PPDB), tapi ternyata jajaran-jajarannya Pak Kadis (Irman Yasin Limpo) tak goyang dan tidak takut," kata wakil rakyat asal Kabupaten Maros ini, Jumat (14/7/2017).

Ia meyakini jika pun ada kendala atau persoalan yang muncul dalam proses PPDB tahun ini, itu bukan sesuatu yang disengaja oleh Disdik. Tetapi menjadi bagian atau catatan yang harus diperbaiki pada pelaksanaan tahun berikutnya. 

"Tentu saja akan ada kekurangan, itu pasti ada. Yang jelas kami melihat Disdik sudah menjalankannya penuh dengan integritas," katanya.

Apresiasi serupa disampaikan politisi muda Partai Nasdem Sulsel, Syahruddin Alrif. Wakil Ketua Komisi E asal Sidrap itu bahkan berani menggaransi PPDB online untuk SMA/SMK di Sulsel sebagai yang terbaik di Indonesia.

"Ini yang terbaik. Indikasinya banyak dan langsung dirasakan oleh banyak orang," katanya.

Syahruddin mengemukakan, sosok sentral kesuksesan PPDB ada pada Kepala Dinas Pendidikan, Irman Yasin Limpo yang rela popularitasnya sebagai tokoh publik menurun gara-gara PPDB.

"Bayangkan, dia (None, sapaan akrab Irman) berani menghapus tradisi jatah siswa bagi guru, pejabat, wartawan, hingga anggota dewan. Padahal itu seperti sudah tradisi. None berani membongkar itu," kata Syahruddin.

Syahruddin mengaku kadang ada warga yang minta tolong ke dia agar anaknya direkomendasi masuk ke sekolah tertentu. "Saya minta saja mereka bersabar, karena kami tidak bisa apa-apa. Itu wilayah otoritasnya Disdik," bebernya.

Anggota dewan lainnya yang mengapresiasi yaitu dari DPRD Makassar dari Partai Hanura, Sinta Mashita. Ia mengaku pelaksanaan penerimaan sudah jauh lebih baik daripada saat masih dikelola oleh Disdik tingkat kabupaten/kota.

Meski demikian, ia tetap memberi catatan agar kekurangan yang terjadi bisa segera diatasi supaya tahun berikutnya lebih baik lagi.

Djafar Sodding dari Fraksi PKS DPRD juga tidak ketinggalan. Ia menyampaikan langsung apresiasinya ke None.

Sebelumnya, apresiasi dan kepuasan juga dikemukakan beberapa orangtua siswa dari pelbagai daerah, baik yang anaknya lolos maupun yang tidak lolos. Kepala selolah-kepala sekolah pun mengaku senang dan akhirnya dapat bernapas lega karena sistem saat ini membuat mereka tidak lagi mendapat tekanan dari berbagai pihak.

"Memang ada yang berusaha menekan, tetapi setelah tahu prosesnya seperti ini, mereka diam," kata Kasek SMAN 3, Mirdan Midding.