Senin, 15 Mei 2017 21:22 WITA

Peserta Ujian SBMPTN Ketahuan Curang, Langsung Dinyatakan Tidak Lulus

Editor: Ibnu Kasir Amahoru
Peserta Ujian SBMPTN Ketahuan Curang, Langsung Dinyatakan Tidak Lulus
Ishaq Rahman (kanan).

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Panitia Lokal (Panlok) Makassar Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) sangat tegas terhadap peserta ujian yang ketahuan melakukan kecurangan untuk memuluskan dirinya lulus SBMPTN. 

Tidak tanggung-tanggung, peserta ujian yang ketahuan curang, pada hari itu juga dinyatakan tidak lulus ujian dan langsung dikeluarkan dari dalam ruangan ujian. 

"Itu sudah pasti akan ditindaki, tidak ada toleransi dalam hal seperti itu, peserta dan calo yang mengirimkan kunci jawaban kepada peserta juga akan ditindaki dan diusut oknum yang memberikan kunci jawaban," kaya Ishaq Rahman, Senin (15/5/2017). 

Namun, untuk mengantisipasi kejadian tersebut, Ishaq mengaku, para peserta tidak diperkenangkan membawa Handphone ke dalam ruangan ujian. Pasalnya, panitia dan pengawas akan mengumpulkan seluruh Handphone.

"Nanti setelah ujian baru diberikan kembali HP mereka, kami sangat ketat dalam hal seperti itu. Tahun ini tidak boleh ada bocor soal,  panitia dan pengawas bekerja sama untuk meminimalisir hal itu," jelasnya. 

Belajar dari pengalaman-pengalaman tahun sebelumnya, masih ada calo yang berusaha membantu calon mahasiswa untuk memuluskan langkahnya lulus melalu jalur SBMPTN. 

"Selain peserta ujian, calo juga akan ditindaki, seperti tahun lalu di Unhas kita berikan langsung sanksi memang Unhas sangat tegas hal itu, saya kira universitas lain juga seperti Unhas. Sangksinya langsung pemecatan, siapapun itu langsung diberikan tindakan sesuai dengan dengan perbuatannya," tegas Ishaq.

Semua itu dilakukannya untuk menumbuhkan kembali kepercayaan masyarakat yang sempat tercoreng. "Seperti juga SNMPTN yang sudah berlalu, kalau kita temukan sekolah manipulasi data itu langsung diberikan sanksi kepada sekolahnya dengan didiskualifikasi untuk ikut SNMPTN tahun berikutnya," pungkasnya