Sabtu, 13 Mei 2017 13:13 WITA

Mahasiswa STIKes Mega Rezky Berpeluang Timba Ilmu di Taiwan

Editor: Al Khoriah Etiek Nugraha
Mahasiswa STIKes Mega Rezky Berpeluang Timba Ilmu di Taiwan

 

RAKYATKU.COM, MAKASSAR -  Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Mega Rezky mendapatkan penawaran luar biasa dari Universitas Nasional Taipei, Taiwan.

Ketua STIKes Mega Rezky Makassar, Prof HM Rusli Ngatimin mengatakan, Universitas Nasional Taipei menawarkan pelatihan yang terdiri dari teori, praktikum dan kunjungan ke institusi layanan kesehatan bagi perguruan tinggi yang telah bekerja sama dengannya. Salah satunya STIKes Mega Rezky yang mendapatkan kesempatan untuk mengikuti pelatihan terkait pelatihan terapi di Taiwan, bagi mahasiswa dan alumni.

"Kesempatan ini diberikan kepada kami karena pihak kami telah menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) pada 20 April 2017 lalu di Bali," ungkap Prof Rusli.

Pelatihan tersebut, rencananya akan berlangsung pada tanggal 17-29 Juli 2017 di kampus Universitas Nasional Taipei, Taiwan. 

Sementara itu, Wakil Ketua I Bidang Akademik, Julia Fitrianingsih menjelaskan, pelatihan ini menarik dan dapat mengembangkan kapasitas perawat, bidan dan tenaga farmasi. Karena materinya berupa pelatihan akupuntur, terapi tradisi cina, dan terapi aroma cina.

Mahasiswa STIKes Mega Rezky Berpeluang Timba Ilmu di TaiwanSelain program pelatihan, Universitas Nasional Taipe ini juga menawarkan program tenaga keperawatan. Pada program ini, Taiwan membuka kesempatan pengiriman tenaga perawat dengan kualifikasi DIII dan S1 untuk bekerja di negara pecahan cina tersebut.

"Alumni di luar STIKes Mega Rezky boleh mengikuti program ini. Namun perlu mendapatkan rekomendasi dan wawancara dari STIKes Mega Rezky. Perawat yang akan mengikuti program ini akan mengikuti kursus bahasa mandarin selama dua bulan di Yogyakarta dan pelatihan skill keperawatan selama sebulan di Universitas Nasional  Taipei," jelas Julia. 

Mahasiswa STIKes Mega Rezky Berpeluang Timba Ilmu di TaiwanJulia juga menjelaskan, biaya yang dibutuhkan dalam program pengiriman tenaga perawat terdiri dari, training Nursing Long Term Care Up Grading Skill yang akan ditanggung oleh Taiwan Healthcare Providers dan calon tenaga kerja (co-payment), kemudian biaya pemberangkatan sesuai dengan ketentuan BNP2TKI yang akan ditanggung oleh calon peserta TKI.

"Fasilitas yang akan didapatkan oleh calon peserta selama mengikuti training sebelum bekerja yaitu 3 bulan full training, akomodasi selama training, makan siang dan snack pada saat training, material training, dan asuransi Kesehatan selama mengikuti Training," tutup Julia.