Sabtu, 16 April 2016 21:22 WITA

Tenaga Guru Minimal Berijazah D4 atau S1

Penulis: Sartika Marzuki
Editor: Jumardin Akas
Tenaga Guru Minimal Berijazah D4 atau S1

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Samarna Surapranata berharap tenaga pendidik alias guru berasal dari kalangan profesional. Harapan ini tentunya bisa tercapai mulai tahun ini hingga 2030 mendatang.

"Tahun 2015-2030 negara harus menjamin siswa diajar oleh guru yang profesional. Faktor penentu prestasi siswa adalah guru sebanyak 30 persen," ucap Samarna Surapranata saat menghadiri Munas Ikatan Sarjana Manajemen Pendidikan Indonesia (ISMaPI) di Hotel Grand Clarion Makassar.

Menurutnya, jika siswa diajar oleh guru yang tidak baik, khususnya pada siswa kemampuan rendah, makan kondisinya akan lebih terpuruk lagi.

"Oleh karena itu, syarat menjadi guru profesional adalah salah satunya memiliki kualifikasi akademik S1 dan D4, harus kompeten dan bersertifikat," tegasnya.

Rektor Universitas Negeri Makassar (UNM) Prof Dr Arismunandar MPd yang turut hadir sangat mengapresiasi kehadiran Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan yang tampil membuka acara.

Rektor UNM dua periode ini mengharapkan, kehadiran Dirjen dapat memberikan sesuatu yang dapat memacu peserta secara akademik untuk memikirkan apa yang harus didiskusikan dalam dunia pendidikan.

Loading...

"Ini merupakan tanda mata dari akhir masa jabatan saya, yaitu internasional conference. Kami berharap konferensi ini menjadi konferensi terbaik dan ke depannya akan ada agenda tahunan untuk pengembangan dunia pendidikan kita di tanah air", paparnya.

Konferensi Internasional menghadirkan pembicara utama dari beberapa negara. Diantaranya Prof David Giles PhD (Dekan dari School of education, Flinders University, South Australia), Asha Gervan (Manager, International Development Institute of Humber College), Stuart Weston (Direktur USAID Prioritas Indonesia), dan Prof Fasli Jalal PhD (Senior Education Adviser Australia’s Education Partnership with Indonesia).

Peserta konferensi kurang kebih 400 peserta dari berbagai kalangan, yaitu akademisi, praktisi pendidikan, guru, kepala sekolah, pembuat kebijakan, dan mahasiswa, bertujuan untuk berbagi pengetahuan dan praktek yang baik dari beragam perspektif. Menghubungkan teori, praktek, dan penelitian yang merupakan tantangan untuk meningkatkan kualitas pendidikan.

Topik Area pada kegiatan ada enam, yaitu School and University Governance, Quality Assurance in Education, Leadership and Organisational Culture in Education, Innovation in Teaching and Learning, Entrepreneurship in Education, dan Professionalism of Education Personnel.

Tags
Loading...
Loading...