15 February 2017 08:29 WITA

Ini Kurikulum Baru di Prodi Profesi Apoteker UMI

Editor: Andi Chaerul Fadli
Ini Kurikulum Baru di Prodi Profesi Apoteker UMI

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Ada beberapa kurikulum baru yang ditelurkan dalam Lokakarya Kurikulum Program Studi (Prodi) Profesi Apoteker yang digelar Fakultas Farmasi Universitas Muslim Indonesia (UMI) di Batu, Malang, beberapa waktu lalu.

Dekan Farmasi UMI, Rachman Kosman mengatakan, ada beberapa poin yang dijadikan sebagai kurikulum bagi Prodi Profesi Apoteker di semester baru nanti. Salah satunya adalah sistem belajar mengajar menggunakan blok.

"Jadi model pembelajaran nanti menggunakan sistem blok, ada kuliah tamu, tutorial, kemudian ada praktikum. Jadi di dalam satu blok ini dibahas secara komprehensif dari berbagai aspek," kata Rachman saat ditemui Rakyatku.com, Rabu (15/2/2017).

Lima blok itu di antaranya Islam disiplin ilmu sebagai mata kuliah ciri khas UMI, manajemen farmasi, sediaan farmasi (terkait dengan industri farmasi), dispendik compounding (cara pembuatan), dan pengobatan rasional atau bagaimana berkomunikasi dengan pasien dan dokter, komunikasi dengan teman sejawat lainnya.

Sistem blok ini menurut Rachman Kosman, mengacu pada kurikulum yang disusun Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) dan Asosiasi Perguruan Tinggi Farmasi Indonesia (APTFI). Selain itu, kurikulum yang baru dibuat ini berdasarkan hasil pertemuan dengan beberapa stakeholder beberapa waktu lalu.

"Sebenarnya kurikulum IAI dan APTFI itu sudah ada gambaran besar kompetensi-kopetensi apa yang akan dicapai. Tetapi, kita juga ingin memasukkan muatan lokal sesuai ciri kampus dan apa yang dibutuhkan apoteker di Makassar. Makanya inilah hasilnya," jelas dia.

Meskipun demikian, Rachman mengaku tiga atau empat tahun kedepan kurikulum yang digunakan saat ini akan dievaluasi dan bisa diubah, sesuai dengan tuntutan zaman.

"Semester ini sudah kita terapkan bagi 87 mahasiswi program studi Profesi Apoteker yang sudah mendaftarkan. Karena rata-rata setiap tahun itu yang kita terima 60 sampai 80 persemester," tambahnya.

Selain itu, Rachman berkisah, lokakarya yang digelar di Batu Malang, Jawa Timur itu, dikuti kurang lebih 73 orang, baik dari pimpinan fakultas hingga cleaning service. Menurutnya, dengan diikutkannya cleaning service merupakan hal yang berbeda dengan fakultas-fakultas lain.

"Ini merupakan wujud dari suasana kekeluargaan yang terbangun di fakultas farmasi. Tidak ada yang namanya istilah dekat atau apa, semuanya sama dan ini sudah menjadi budaya kita," kata dia.