12 January 2017 10:55 WITA

Periodesasi Rektor UIM yang Diduga Melanggar, Ini Penjelasan Pihak Kampus

Editor: Almaliki
Periodesasi Rektor UIM yang Diduga Melanggar, Ini Penjelasan Pihak Kampus

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Dilatarbelakangi maraknya berita yang berkembang, yaitu di-Drop-Out-nya (DO) 3 mahasiswa Fakultas Teknik UIM atas nama Bakrisal Rospa, Hendry Foord Jebss dan Dzulhilal sebab memertanyakan masalah jabatan Rektor UIM yakni Dr. Majdah Agus yang menjabat tiga periode.

Pihak UIM, lalu meluruskan informasi tersebut. Wakil Rektor I Arfin Hamid mengaku kalau dikeluarkannya mahasiswa tersebut, telah dipikir matang melalui proses panjang.

"Ini bermula pada saat mereka ingin berangkat KKN dan tidak mencukupi KRS yang dilulusi. Nah, sehingga ketiga mahasiswa ini memaksakan kehendak dan, bahkan menyakiti perasaan Kaprodinya," ujar Arfin dalam konfrensi pers UIM, Rabu (11/1/2017) kemarin.

Soal periodesasi jabatan Rektor, Arfin mengklaim kalau putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) tidak memermasalahkannya. Dasar itu, periodesasi jabatan Rektor dinilai sudah memenuhi syarat.

"Tidak ada satupun mahasiswa yang kami rugikan, justru kami selaku pihak Universitas sangat menjunjung tinggi profesionalisme, kami tidak berbuat zalim. UIM sebagai perguruan tinggi tentunya sangat menjunjung nilai-nilai kearifan lokal, olehnya itu dalam menyelenggarakan pendidikan, kami selalu berbuat semaksimal mungkin memberikan pelayanan terbaik bagi mahasiswa," jelas Arfin.

Saat permasalahan ini tak kunjung selesai di tingkat Prodi dan Fakultas, maka pihak Fakultas melimpahkan ke Universitas untuk dicarikan solusinya, maka dipanggilah ketiga mahasiswa ini untuk memertanggungjawabkan perilaku yang memaksakan kehendak, dan menyakiti perasaan Kaprodinya untuk menghadiri sidang komisi dispilin (Komdis) yang dihadiri Wakil Rektor, Dekan, dan Para Guru Besar UIM.

"Pada saat mereka dipanggil untuk mengklarifikasi perilakunya di hadapan para Guru Besar, justru ketiga mahasiswa ini berperilaku kurang sopan di hadapan anggota Komdis. Bahkan, mereka mengancam tidak akan minta maaf kepada siapapun atas persoalan ini," tambah Wakil Rektor III, Abd Rahim Sanjata

Setelah melalui proses rapat yang panjang, akhirnya Komdis merekomendasikan kepada Rektor untuk di-DO, sehingga penyebab dikerluarkannya mahasiswa tersebut bukan karena memertanyakan periodesasi jabatan Rektor, justru lebih disebabkan pada perilaku kurang menyenangkan pada guru besar UIM.

Dikirim oleh: Andy Muhammad Idris

Tags
UIM