05 May 2016 06:54 WITA

Tingkatkan SDM, Pemerintah Siapkan Rp44 Triliun

Editor: Wiwi Amaluddin
Tingkatkan SDM, Pemerintah Siapkan  Rp44 Triliun

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Guna meningkatkan kualitas Kerja dan Sumber Daya Manusia (SDM), Pemerintah akan membenahi kualitas pendidikan dalam negeri. Untuk melakukan itu, Pemerintah menyiapkan anggaran senilai Rp 44 triliun atau 10 persen dari total anggaran pendidikan tahun ini yakni Rp400 triliun.

Rizal Ramli, Menteri Koordinator Kemaritiman mengatakan, rencananya realokasi tersebut akan dilakukan dalam perubahan APBN 2016 yang akan diajukan pemerintah ke DPR. "Itu untuk peningkatan kualitas pendidikan kejuruan mulai dari poltek, balai latihan kerja," katanya dalam siaran persnya, Rabu (4/5/2016).

Pemerintah berkeinginan untuk menggenjot kualitas sumber daya manusia di dalam negeri. Untuk melaksanakan niat tersebut, mereka akan merubah sistem pendidikan dari yang selama ini bersifat umum ke kejuruan.

Pramono Anung, Sekretaris Kabinet pekan lalu mengatakan, untuk itu, pemerintah akan merehabilitasi balai latihan kerja.

Selain itu, balai tersebut juga akan dibuatkan sertifikasi oleh pemerintah. Selain langkah tersebut, Darmin Nasution mengatakan, pemerintah juga akan mempermidah izon masuk bahi pelatih atau trainer asing ke Indonesia.

Hanif Dhakiri, Menteri Tenaga Kerja mengatakan, untuk meningkatkan kualitas tersebut, pihaknya telah membuat skenario di bidang anggaran. Pertama, skenario moderat. Untuk menjalankan skema ini, kebutuhan anggaran yang diperlukan untuk peningkatan tersebut mencapai Rp 10 triliun per tahun.

Alokasi anggaran tersebut diperlukan untuk memperbaiki instruktur pelatihan, termasuk mendatangkan instruktur dari luar negeri, menyiapkan kurikulum, mengembangkan modul pelatihan yang harus berorientasi pada standar kompetensi yang dibutuhkan, menyediakan sarana prasarana pelatihan, dan pembiayaan pelatihan. "Kalau mau cepat butuh Rp 25 triliun," katanya di Jakarta pekan kemarin.

Hanif mengatakan, skenario anggaran tersebut perlu dipikirkan oleh pemerintah untuk meningkatkan kualitas pelatihan kerja. Skenario anggaran tersebut juga diperlukan untuk memancing peran swasta dalam meningkatkan nilai investasi peninhkatan sumber daya manusia mereka.

Hanif mengatakan, dana untuk peningkatan kualitas pelatihan tenaga kerja tersebut bisa diambilkan dari dana APBN. Dana tersebut bisa didapat dari hasil realokasi anggaran pendidikan yang saat ini masih dialokasikan untuk pendidikan formal dan bersifat umum.

"Alokasi dana untuk pelatihan kerja ini masih minim kurang dari 0,1 persen dari PDB, beda jauh dengan negara seperti Jerman, Skandinavia yang sudah diatas 0,5 persen," katanya.

Berita Terkait