Minggu, 15 Desember 2019 13:41 WITA

LL-Dikti Sulawesi Jamin Masa Depan Alumni UMI di Dunia Kerja

Editor: Adil Patawai Anar
LL-Dikti Sulawesi Jamin Masa Depan Alumni UMI di Dunia Kerja

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Kepala Lembaga Layanan Dikti (LL-Dikti) Wilayah IX Sulawesi, Prof. Dr. H. Jasruddin M.Si memberikan semangat dan harapan kepada para alumni Universitas Muslim Indonesia (UMI) yang ikut prosesi wisudah di Hotel Sheraton Makassar, Minggu (15/12/2019).

Mantan Direktur PPs UNM itu,  dengan wajah senyum dan penuh semangat menjamin para luaran yang lahir dari kampus UMI Makassar. Ia meyakini bahwa dengan SDM dan manajemen yang sehat dimiliki oleh  civitas akademika UMI, akan memberikan masa depan yang baik bagi alumni untuk diterima dan bekerja di sekotor perusahaan.

"Baik swasta mapun nasional serta instansi Pemerintahan, dan induatri lainya. Di UMI sekarang akreditasi institusi A dan beberapa prodi A. Karena mereka kembangkan program ketrampilan. Ini menjadi bukti jika alumni UMI sudah memiliki kompetensi," ujarnya.

Guru Besar asal UNM itu menuturkan,  salah satu modal utama bagi perguruan tinggi untuk menjamin masa depan alumni bekerja adalah uji ketrampilan dan kompotemsi. Menurutnya, kebijakan ini sudah diterapkan di UMI sehingga tak ada keraguan bagi alumni untuk menjadi pengangguran.

"Misalnya yang diterapkan di UMI saat ini jika mahasiswa selesai wisuda diberikan keterang SKPI (Surat keterangan pendamping ijazah). Artinya alumni UMI memiliki ketrampilan dan kompotemsi sebagai modal, mereka kuasai progesi sebelum selesai. Kompotensi ini menjamin mereka diterima di dunia insdustri dan menciptakan lapangan kerja," jelasnya.

Oleh sebab itu, besar harapan dari LL-Dikti sebagai perpanjangam tangan dari Kementrian di pusat mendorong pihak UMI agar percepatan program studi baru yang disebut jurusan pendidikan Vokasi hadir di kampus tersebut.

loading...

"Kami LL-Dikti mendorong UMI agar ekselarasi program Baru yairu Vokasi. Karena ini akan memberikan nilai plus dan kemajuan bagi kampus UMI di masa depan," ungkapnya.

Dia mencontohkan, Negara-negara maju di luar negeri sepwrti Jepang memiliki pendidikan vokasi yang bagus. Mereka mendesain pendidikan tidak sekadar link and match tetapi lebih dari itu, industri mempermudah mahasiswa vokasi untuk praktik, menempa diri menjadi tenaga yang memiliki keahlian sesuai kompetensinya.

"Negara maju salah adala pendidikan Vokasi lebih banyak dari profesi. (Bahasa kasar Politeknik lebih banyak dari Universitas). Seperti di Jerman, Tiongkok, Jepang, Korea Selatan bahkan ada Austria yang 78 persen perguruan tingginya merupakan pendidikan vokasi," terangnya.

Lanjut dia, di Indonesia juga harus begitu untuk meraih peluang di pasar global. Maka UMI sebaagi PTS terbaik di luar pulau Jawa perlu mengembangkan metode terbaeu untuk memenuhi syarat agar hadirnya jurusan Vokasi di Kampus tersebut.

"Kita indonesia pendidikan Vokasi hanya baru 8 persen. Maka harapan kami UMI bisa kembangkan ini. Apalagi dengan adanya penggabungan kementrian. Maka program vokaai banyak diprioritaskan," pungkasnya.

Loading...
Loading...