Minggu, 17 November 2019 10:33 WITA

UIT Makassar dan 46 Pimpinan PTS Lainnya Hadiri Semnas di Universitas Saburai Lampung

Editor: Muh. Taufik
UIT Makassar dan 46 Pimpinan PTS Lainnya Hadiri Semnas di Universitas Saburai Lampung

RAKYATKU.COM, MAKASSAR- Universitas Sang Bumi Ruwa Jurai (Saburai) Lampung menggelar seminar nasional bertemakan "Menghadapi Pembangunan di Era Revolusi Industri 4.0 tersebut". yang digelar di lantai III Gedung Graha kampus setempat, Sabtu (16/11/2019) kemarin.

Acara yang dihadiri pimpinan 46 perguruan tinggi swasta (PTS) se-Sumatera, Jawa, dan Sulawesi, itu bekerjasama dengan Asosiasi PTS Indonesia (Aptisi) pusat, salah satunya Universitas Indonesia Timur.

Rektor Universitas Indonesia Timur (UIT) Dr. Andi Maryam mengatakan "Adanya kegiatan seperti ini kita sebagai dari pihak akademisi tentunya berharap semakin bisa ditingkatkan kolaborasi baik dari sisi mahasiswa maupun dosen-dosen dalam rangka meningkatkan pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi," paparnya.

" Ditambah lagi, Alhamdulillah kampus UIT telah melakukan pembenahan di segala lini dan kemudian pembangunan SDM, UIT Makassar akan menghadapi tahapan ketiga: Menjadikan UIT sebagai pusat inovasi dan penelitian, dan semoga tahapan-tahapan itu harus dilalui sebelum UIT Makassar bertransfomasi menjadi Kampus maju dan unggul, ungkapnya kepada Rakyatku.com.

UIT Makassar dan 46 Pimpinan PTS Lainnya Hadiri Semnas di Universitas Saburai Lampung

Selain seminar nasional, dilakukan perjanjian kerjasama lintas PTS. Antara lain kuliah umum, pertukaran dosen dan mahasiswa, penelitian dan pengabdian masyarakat, seminar, lokakarya, dan bedah buku.

Dalam paparannya, Ketua Umum Aptisi pusat Prof HM Budi Djatmiko menjelaskan, era revolusi industri 4.0 menuntut perguruan tinggi (PT) mengembangkan SDM. Hal ini tentunya didasarkan kemajuan teknologi yang bergitu pesat.

”SDM yang mampu menguasai teknologi informasi di era 4.0 akan unggul karena cepat mengambil keputusan dan memprediksi masa depan dengan cepat dan tepat,” papar Budi dalam rilis yang diterima media ini.

Loading...

Budi mengatakan, saat ini Memorandum of Understanding (MoU) dan Memorandum of Agreement (MoA) sudah tidak lagi masuk hitungan dalam persyaratan pemenuhan akreditasi.

Kini berlaku pengembangan berupa perjanjian kerja sama (PKS) antar PT agar meraih poin akreditasi tinggi dengan Surat Perjanjian Kerja Sama (SPK).

”PKS diharapkan menciptakan konektivitas antar perguruan tinggi dari segala bentuk kegiatan,” ungkapnya.

Budi mencontohkan salah satu SPK seperti kegiatan seminar bersama, pertukaran dosen, dan pertukaran mahasiswa.
”Juga penelitian dan publikasi hasil penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan sebagainya," urai Budi.

Rektor Universitas Saburai Henni Kusumastuti menambahkan, SPK yang telah terjalin dapat langsung diwujudkan dengan melakukan berbagai kegiatan akademik dan nonakademik. Sebagai contoh adalah seminar bersama tersebut.

Dia berharap ke depan dengan pertemuan dan kerja sama yang telah terjalin antar PTS, dapat menambah pengetahuan baru dan semakin memperkuat untuk kemajuan PTS di Indonesia.

Loading...
Loading...