Jumat, 23 Agustus 2019 11:29 WITA

UIN Makassar Buka Penerimaan Maba Jalur Ketua OSIS

Penulis: Fathul Khair
Editor: Andi Chaerul Fadli
UIN Makassar Buka Penerimaan Maba Jalur Ketua OSIS

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar juga membuka jalur khusus penerimaan mahasiswa baru (maba) jalur ketua OSIS. Hal ini ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerjasama Rektor UIN Makassar, Prof H Hamdan Juhannis  dengan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan, Kamis (22/8) di Ruang Rapat UIN Makassar.

Hamdan menuturkan, MoU ini merupakan tindak lanjut lawatan Irman beberapa waktu lalu  saat melakukan audiens memperkenalkan program Pilketos.  

"Saya salut dan mengucapkan terima kasih  kepada Pak Irman. Program ini merupakan ide kreatif yang elegant.  Insya Allah,  akan didukung sepenuhnya," tutur Hamdan.

Ia juga mengungkapkan,  program ini mendapat apresiasi positif karena sejalan dengan motto  UIN Alauddin  Makassar, Pencerdasan, Pencerahan, Prestasi (Intelligence, Enlightenment, Achievement).

"Ide Pak Kadis bisa diadopsi di kampus. Program ini akan dikolaborasi dengan kebutuhan kita. Dan secara teknis penerimaan jalur khusus akan dikomunikasikan dengan proaktif," ungkap Prof Hamdan.

Dia melanjutkan, salah satu  sasaran yang ingin dicapai melalui program ini adalah meningkatnya kualitas sistem manajemen, kepemimpinan, dan kelembagaan yang sehat serta terwujudnya tata ruang, lingkungan, dan iklim kampus yang Islami.

Loading...

Sementara Kadis Pendidikan Provinsi Sulsel, Irman Yasin Limpo, mengaku bahwa nawaitu akan lahirmya program ini semata keyakinannya akan potensi anak-anak didik di tingkat sekolah menengah di Sulsel.

"Insya Allah, kita melaksanakan  program melalui e-voting, yang menganut asas kelayakan dan kepatutan. Agar nantinya menghasilkan calon pemimpin yang berintegritas," kata lelaki yang akrab disapa None ini, seraya menyebut Rektor UIN Alauddin Makassar yang humble. 

Lebih jauh dikemukakan, untuk pelaksanaan Pilketos sendiri, akan dilakukan secara serentak. Dan proses seleksi juga akan dikemas lebih smart. 

"Anak-anak didik kita memiliki diksi yang luar biasa. Kita akan mengukur kemampuannya dengan selektif. Nanti ada debat beragam tema seperti  kreatifitas, prestasi hingga tema religius. Selain itu akan ada kampanye kreatif," tandas None.

Loading...
Loading...