Minggu, 21 Juli 2019 11:54 WITA

Putri Amelia Kini Jualan Kue karena Gagal Masuk SMA Negeri 1 Gowa Lewat Zonasi

Editor: Nur Hidayat Said
Putri Amelia Kini Jualan Kue karena Gagal Masuk SMA Negeri 1 Gowa Lewat Zonasi
Putri Amelia Natsir.

RAKYATKU.COM, GOWA - Putri Amelia Natsir yang gagal masuk di SMA Negeri 1 Gowa kini berjualan kue untuk mengisi kegiatan sehari-harinya. Amelia yang bercita-cita menjadi dokter dan model, kandas di jalur zonasi. 

Amelia mengisi kesehariannya berjualan kue bersama ibunya di depan rumahnya, Desa Taeng, Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa. Hal itu terpaksa ia lakukan untuk tetap produktif meski bukan dalam lingkup sekolah.

"Sambil saya mencari informasi sekolah mana saja yang masih buka, lebih baik saya bantu ibu menjual kue di depan rumah. Kue yang saya jual seperti kue dadar, apang, donat, dan sebagainya. Kalau sudah siang. Saya berharap ada bantuan pemerintah yang bisa meloloskan di sekolah impian," kata Amelia kepada media, Minggu (21/7/2019).

Alumni SMP Negeri 1 Sungguminasa tersebut mengaku tidak mampu untuk membiayai apabila dirinya bersekolah di sekolah swasta. Ayahnya Muhammad Natsir (55) yang sebelumnya bekerja sebagai pekerja harian di PT Pelindo kini sudah tidak memiliki pekerjaan tetap. Selain membantu istrinya menjual kue, ia terpaksa mengumpulkan botol plastik minuman bekas untuk dijual.

"Selama ini, yang membiayai Amelia bersekolah adalah kakaknya keduanya bernama Mutmainnah yang hanya bekerja sebagai penjual krim kosmetik. Dan kakak pertama Amelia bernama Sofiana bekerja sebagai office boy di pelabuhan," kata Natsir.

Loading...

Kecemburuan dan kesedihan Amelia akan kembali muncul apabila ia melihat rekan sebayanya berangkat sekolah. Terlebih lima rekannya yang satu lokasi domilisi dengan dirinya dinyatakan lulus sementara dirinya tidak akibat dampak dari sistem zonasi.

Sementara itu, pihak SMA Negeri 1 Gowa menginginkan kepada Amelia untuk memanggil kelima rekannya tersebut guna melakukan penunjukan ulang jarak lokasi antara rumah dan sekolah tersebut.

"Mungkin saja, siswa itu yang berbohong karena dia sembarang menunjuk. Jadi saya sampaikan, tolong bawa rekannya tersebut untuk menghadap ke sini dan mengukur ulang. Kalau memang ini anak (rekan Amelia) asal menunjuk (lokasi rumah), kan ada pernyataan di pakta integritas bahwa siap untuk mempertanggungjawabkan kalau dia memberikan informasi yang tidak benar," ungkap Koodinator Verifikator PPDB SMAN 1 Gowa, Kasmawati, Sabtu (20/7/2019).

Loading...
Loading...