Kamis, 18 Juli 2019 14:01 WITA

CITIZEN REPORT

Terkait Dilepaskannya Komisariat UIN, Ketua PMII FIP UNM Tantang PC PMII Makassar Debat

Editor: Aswad Syam
Terkait Dilepaskannya Komisariat UIN, Ketua PMII FIP UNM Tantang PC PMII Makassar Debat

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) cabang Makassar, dihebohkan dengan terbitnya surat pelepasan PMII UIN Alauddin Makassar cabang Makassar, secara administrasi dan struktural di PC PMII Makassar.

Pasalnya, PMII UIN Alauddin Makassar cabang Makassar, adalah komisariat yang pertama berdiri di cabang Makassar, dan telah banyak tokoh-tokoh hebat yang dilahirkan PMII komisariat UIN.

Melihat sejarah perjuangan dari kader-kader PMII UIN, telah banyak berkontribusi di PMII cabang Makassar. Beberapa komisariat yang ada di Makassar itu dibentuk oleh kader-kader PMII UIN, di antaranya adalah komisariat STIMIK Handayani.

Ketua PMII Rayon Fakultas Ilmu Pendidikan Komisariat UNM cabang Makassar, sahabat Tawil pun angkat bicara menanggapi perihal tersebut.

PC PMII Makassar kata dia, dinilai inkonstitusional dan terkesan memaksakan dalam surat yang diterbitkan. 

"Dari hasil diskusi dengan sahabat-sahabat PMII UNM, dalam aturan AD/ART kongres Palu dan PO hasil Muspimnas Boyolali, tidak ada dalam aturan yang menjelaskan secara detail dan spesifik soal teritorial yang dimaksud dalam surat yang dikeluarkan oleh PC. PMII Makassar, Rabu, 17 Juli 2019," ucap Tawil.

Menurutnya, kalau PC PMII Makassar melepaskan secara administrasi dan struktural PMII komisariat UIN Alauddin Makassar cabang Makassar, dengan pertimbangan teritorial kampus UIN Alauddin Makassar sudah di wilayah Gowa, maka PC. PMII Makassar adalah orang-orang yang tidak paham dengan aturan PMII.

Loading...

"Lebih baik PC PMII Makassar kembali Ikut Mapaba lagi," tegasnya.

"Dengan hal ini, kami dari PMII Rayon FIP Komisariat UNM cabang Makassar, Menantang PC. PMII Makassar untuk buka ruang dialog. Kita diskusi dan mengkaji aturan AD/ART dan PO PMII sebagai kitab suci kita di PMII. 

Kalau PC PMII Makassar tidak mengindahkan tawaran sahabat PMII FIP UNM, maka PMII FIP siap keluar dari struktur PMII cabang Makassar," tegasnya.

"Buat apa bernaung di bawah orang-orang yang tidak paham dengan organisasi yang menginjak-injak  kitab suci kita sebagai pedoman dalam berorganisasi, yang hanya mementingkan kepentingan pribadi nya dibandingkan kepentingan organisasi. Di mana akal sehat kalian sebagai orang organisatoris, yang cuman pintar mematikan culture kaderisasi lewat Struktural," pungkas Tawil.

Penulis: Ridwan

Loading...
Loading...